Prabowo Tugaskan 1.000 Perwira TNI Edukasi Warga untuk Cegah Karhutla

Presiden Prabowo Subianto menugaskan 1.000 perwira TNI turun ke daerah untuk mengedukasi masyarakat sebagai upaya mencegah karhutla.

Prabowo Tugaskan 1.000 Perwira TNI Edukasi Warga untuk Cegah Karhutla
Presiden Prabowo Subianto menugaskan 1.000 perwira TNI turun ke daerah untuk mengedukasi masyarakat sebagai upaya mencegah karhutla.

INILAHKORAN.ID - Presiden Prabowo Subianto menugaskan 1.000 perwira TNI turun ke daerah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Hal itu disampaikan Prabowo saat mengundang pakar dan akademisi untuk berdiskusi mengenai pengelolaan lahan gambut dan potensi karhutla di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

"Saya sudah tugaskan TNI, nanti mungkin Polri, saya turunkan 1.000 perwira, mayor, letkol, kolonel. Seribu, saya turunkan ke kabupaten-kabupaten itu, untuk memberi edukasi," kata Prabowo sebagaimana unggahan YouTube Sekretariat Presiden seperti dikutip dari Antara, Jumat (25/9/2026).

Menurut Prabowo, pengerahan perwira tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah memperkuat pencegahan karhutla di tingkat daerah. Edukasi akan diberikan kepada masyarakat mengenai cara membuka dan mengelola lahan tanpa menggunakan metode pembakaran.

Prabowo mengatakan pemerintah juga menyiapkan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan lahan agar kebutuhan tersebut tidak menjadi alasan untuk melakukan pembakaran.

"Kalau Anda butuh lahan, lapor, kita buatkan lahan untuk kalian. Kita siapkan pompa untuk kalian," ujar Prabowo.

Ia menegaskan pemerintah ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mencegah aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.

"Kita ingin rakyat kita sejahtera. Tidak mungkin kita mau celakakan rakyat kita," katanya.

Perusahaan Diminta Penuhi Kewajiban

Selain mengedukasi masyarakat, Prabowo mengatakan pemerintah akan menertibkan perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban dalam pencegahan dan penanganan karhutla.

Menurutnya, perusahaan memiliki sejumlah kewajiban, antara lain menyediakan menara pemantau, embung serta tim pemadam kebakaran dari kalangan karyawan sesuai ketentuan yang berlaku.

Prabowo juga meminta para pakar memberikan masukan mengenai langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah kebakaran di kawasan hutan, terutama wilayah yang memiliki lahan gambut.

Menurutnya, langkah mitigasi perlu dilakukan sebelum kebakaran terjadi, termasuk dengan menyiapkan sarana pemadaman di lapangan.

"Soal mitigasi fisik kita lakukan ya. Pemadam kebakaran harus siap, nggak ada, jauh sebelum kebakaran bikin embung, embung, embung, embung. Belum ada kebakaran bikin pompa, pompa, pompa, siapkan semua itu," ucap Prabowo.


Editor : Ahmad Sayuti