Tok Putusan MK Ditetapkan! Anies Baswedan Berpeluang Lagi Maju di Pilkada Jakarta, Akankah Diusung PDIP?
Anies Baswedan kembali berpeluang maju di Pilkada Jakarta usai putusan MK soal perubahan UU Pilkada. Akankah diusung PDIP?
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Mahkamah Konstitusi (MK) telah menetapkan aturan terkait perubahan Undang Undang Pilkada termasuk soal persyaratan pengusungan calon. Anies Baswedan kembali berpeluang maju di Pilkada Jakarta.
Awalnya, peluang Anies Baswedan maju di Pilkada Jakarta nyaris sirna setelah beberapa parpol yang tadinya diyakini mengusungnya malah membelot ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang sudah pasti mengusung Ridwan Kamil.
Namun putusan MK soal UU Pilkada bisa mengubah peruntungan Anies Baswedan untuk maju di Pilkada Jakarta andai PDIP mau mengusung mantan Capres 2024 itu.
Berdasarkan amar putusan MK pasal 40 ayat (10) poin C, provinsi dengan jumlah penduduk yang termuat pada daftar pemilih tetap (DPT) lebih dari 6 juta hingga 12 juta jiwa dimana salah satunya DKI Jakarta, maka parpol bisa mengusung calon sendiri dengan syarat suara sah minimal 7,5 persen.
Di DKI Jakarta sendiri 7,5 persen suara dari total jumlah DPT yakni 8,2 juta, berada di angka 615 ribu.
Artinya, PDIP bisa mengusung calon gubernur untuk Pilkada Jakarta lantaran mengantongi 850171 (delapan ratus lima puluh seratus tujuh empat ribu) suara pada Pemilu 2024 lalu.
Tinggal menunggu, akankah PDIP mengusung calon dari kader sendiri atau melimpahkannya untuk Anies Baswedan yang masih menempati posisi teratas dari sisi elektabilitas.
PDIP sendiri belum secara pasti atau mengisyaratkan siapa yang bakal diusung untuk Pilkada Jakarta 2024 mendatang.
Hanya saja, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan pihaknya masih menunggu keputusan dari sang Ketum Megawati Soekarno Putri terkait Pilkada Jakarta 2024.
"Ya, posisi PDIP itu jalan kerakyatan. Kita lihat bagaimana national call memanggil kami dan itu akan diputuskan Ibu Megawati Soekarnoputri, termasuk di dalam kongres yang akan datang. Tugas kita sekarang adalah menggerakkan kekuatan moral, kekuatan kebenaran. Tugas kita mendorong dengan bulan Agustus ini tidak ada orang yang takut intimidasi,” katanya.***
Editor : Bsafaat
