Tokoh Pendiri KBB Eman Sulaeman Ungkap Sosok Pemimpin yang Dibutuhkan, Berikut Kriterianya

Tokoh pendiri KBB Eman Sulaeman ungkap kriteria pemimpin yang dibutuhkan.

Tokoh Pendiri KBB Eman Sulaeman Ungkap Sosok Pemimpin yang Dibutuhkan, Berikut Kriterianya
Tokoh pendiri KBB Eman Sulaeman ungkap kriteria pemimpin yang dibutuhkan.

INILAHKORAN, Ngamprah - Perhelatan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kian dekat. Lima pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat tengah gencar melakukan kampanye demi meraup simpati dan suara dari warga Bandung Barat.

Adapun lima paslon yang bakal berkontestasi di Pilkada Bandung Barat 2024, antara lain nomor urut 1 Paslon Didik Agus - Gilang Dirga (DILAN), nomor urut 2 Jeje Ritchie Ismail - Asep Ismail (BERJAMAAH), nomor urut 3 Hengki Kurniawan - Ade Sudrajat (HADE), nomor urut 4 Edi Rusyandi - Unjang Asari (EDUN), dan nomor urut 5 Sundaya - Asep Ilyas (BERDAYA).

Sejumlah harapan besar dari berbagai kalangan pun terus disuarakan, salah satunya dari tokoh pendiri KBB Eman Sulaeman. Menurutnya, Bandung Barat ke depan membutuhkan sosok pemimpin yang bisa membawa perubahan ke arah lebih baik dan jangan sampai masyarakat hanya melihat dari sisi popularitas.

"Bagaimana nasib Bandung Barat ke depan, sesungguhnya berada di tangan masyarakat sendiri. Jangan terjebak popularitas tanpa mempertimbangkan elektabilitas," kata Eman Sulaeman baru-baru ini.

"Salah dalam memilih pemimpin, pada akhirnya masyarakat sendiri yang akan merasakannya," tegasnya yang juga Bendahara Paguyuban Pejuang Peduli Pembangunan Kabupaten Bandung Barat (P4KBB) ini.

Oleh karena itu, Eman mengajak kepada masyarakat untuk menjadi pemilih cerdas. Dia pun mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak tergiur oleh politik uang dan popularitas tapi mempertimbangkan sisi religius, etika, kapabilitas, dan intelektualitas dari sosok calon tersebut.

"Harapannya, paling tidak jika orangnya sudah religi atau memiliki dasar agama yang kuat bisa mencegah dirinya dari perbuatan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KBB)," sebutnya.

Tak cuma itu, Eman menilai, seorang calon pemimpin harus memiliki integritas. Sebab, seorang pemimpin yang berintegritas berarti memiliki perilaku etis dan moral 

"Pemimpin yang memiliki integritas, berarti memegang komitmen dan konsisten dalam menjalankan prinsip-prinsip kebenaran," ujarnya.

"Itu artinya ketika terpilih akan bisa menjaga komitmennya atau janji politiknya saat kampanye," sambungnya.

Saat ini, sebut Eman, Bandung Barat membutuhkan pemimpin yang memiliki kapabilitas. Artinya, orang paham dan ahli akan bidang pekerjaannya.

"Pemimpin yang memiliki kapabilitas sangat dibutuhkan untuk memperbaiki berbagai persoalan," sebutnya.

Terakhir, sambung Eman, Bandung Barat membutuhkan seorang pemimpin yang memiliki intelektualitas. Hal ini tentunya berkaitan dengan tingkat kecerdasan, wawasan, dan kemampuan analisis seorang pemimpin dalam memahami masalah serta merumuskan solusi yang efektif.

"Bagaimanapun juga aspek intelektualitas menjadi penting karena seorang pemimpin harus mampu berpikir secara strategis dan menyelesaikan masalah yang kompleks," pungkasnya. *** (agus satia negara)


Editor : Bsafaat