Trump Beri Sinyal Kesepakatan dengan Iran Harus Segera Dicapai
Donald Trump mendesak kesepakatan dengan Iran segera dicapai sebelum terlambat di tengah konflik dan tekanan ekonomi AS terhadap Teheran.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan kesepakatan dengan Iran harus segera dicapai sebelum situasi menjadi terlambat.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam pidatonya pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (22/9/2026), di tengah konflik berkepanjangan antara Washington dan Teheran.
Trump mengatakan dirinya menghadapi pilihan antara mencapai kesepakatan dengan Iran atau mengambil langkah militer lebih jauh terhadap Republik Islam tersebut.
"Semoga mereka melakukan hal yang benar dengan cepat sebelum terlambat. Anda tahu akan ada saat ketika semuanya sudah terlambat," kata Trump.
Dalam pidatonya, Trump juga menyatakan bahwa Amerika Serikat telah mengisolasi Iran secara finansial. Ia menegaskan tekanan ekonomi terhadap Teheran menjadi bagian dari upaya Washington untuk mendorong Iran kembali ke meja perundingan.
Reuters melaporkan Trump juga menyebut kemungkinan kesepakatan damai dengan Iran setelah pemilu sela AS pada November mendatang. Sementara itu, pemerintahan Trump terus mendorong negara lain untuk ikut memberikan tekanan ekonomi terhadap Teheran.
Tekanan ekonomi tersebut sebelumnya dikaitkan dengan kebijakan yang disebut pemerintahan AS sebagai Operation Economic Outcast, yang diarahkan untuk membatasi sumber pendapatan Iran.
Di sisi lain, jalur diplomasi antara Washington dan Teheran masih terbuka. Pada Selasa (22/9), utusan khusus AS Steve Witkoff mengatakan delegasi AS dan Iran melakukan pembicaraan tidak langsung di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB melalui para mediator.
Witkoff menyebut pembicaraan tersebut telah selesai dan diharapkan menghasilkan perkembangan konstruktif.
Iran sebelumnya juga menyatakan kesiapan membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu sekitar satu pekan jika AS mengurangi tekanan militer dan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran.
Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa delegasi Iran di New York memiliki kewenangan untuk menghidupkan kembali diplomasi dengan Washington. Proposal Teheran untuk mengakhiri permusuhan disebut telah disampaikan kepada AS melalui mediator pada 16 September 2026.
Konflik AS-Iran sendiri telah berlangsung sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran pada Februari 2026. Iran kemudian melakukan serangan balasan.
Upaya penghentian permusuhan yang sempat dicapai pada pertengahan tahun kemudian tidak bertahan lama. Menurut laporan AP, konflik dan ketegangan di kawasan masih berlanjut, sementara upaya diplomatik kembali menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan para pemimpin dunia di PBB.
Dalam perkembangan terbaru, belum terdapat kesepakatan final antara Washington dan Teheran. Pembicaraan melalui mediator masih berlangsung, sementara kedua pihak tetap mempertahankan tekanan dan tuntutan masing-masing.***
Editor : JakaPermana

