UKM Mahacita Fokus di Bidang Pencinta Alam dan Lingkungan Hidup
Mahacita merupakan salah satu UKM yang ada di kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. UKM yang usianya sudah menginjak lebih dari 40 tahun ini, tak hanya fokus di bidang pecinta alam saja, mereka juga fokus dan berkontribusi di bidang lingkungan hidup.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Mahacita merupakan salah satu UKM yang ada di kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. UKM yang usianya sudah menginjak lebih dari 40 tahun ini, tak hanya fokus di bidang pecinta alam saja, mereka juga fokus dan berkontribusi di bidang lingkungan hidup.
Organisasi kemahasiswaan seperti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), memang sejauh ini menjadi salah satu pilihan tepat bagi setiap mahasiswa untuk banyak belajar. Belajar yang dimaksud adalah, belajar saling mengenal dengan teman-temannya, bersosialisasi, memahami setiap karakater seseorang, disiplin, hingga belajar di satu bidang tertentu sesuai dengan yang mereka pilih di UKM-nya.
Kondisi seperti ini pun, rupanya dilakukan pula sebagian mahasiswa UPI. Seperti tak mau menyia-nyiakan waktu luangnya, mereka pun memilih untuk beraktivitas di beberapa UKM yang disediakan pihak kampus.
Sebut saja UKM Mahacita misalnya. UKM yang dibentuk pada 1977 silam ini, selalu saja menjadi salah satu pilihan bagi mahasiswa UPI untuk belajar berorganisasi.
"Mahacita UPI ini satu-satunya UKM pecinta alam tingkat universitas dan tertua yang ada di UPI. UKM ini usianya sudah cukup tua, banyak mahasiswa yang gabung di sini," kata Ketua Mahacita UPI Adi Pradipta, Rabu (22/7/2020).
Dia mengatakan UKM Mahacita UPI memiliki sebuah agenda pendakian gunung. Sebagai contoh, beberapa tempat yang pernah mereka singgahi diantaranya, gunung kartens (Papua), Lati Mojong (Sulawesi), Marapi (Sumatera), Argopuro (Situ Bondo Jatim) dan lainnya.
"Kalau pendakian biasanya dilakukan sama enam orang, yang diutamakan saat mendaki utamanya fisik dan mental. Kita juga pernah ke gunung gede (Bogor), gunung kendang (Pangalengan), tebing gunung batu (Lembang) dan lainnya. Biasanya kita melakukannya sebulan sekali," ujarnya.
Tentu tak hanya itu, UKM yang sudah malang melintang di dunia kepecinta alaman ini, memiliki agenda khusus terkait lingkungan hidup. Salah satunya adalah, melakukan gerakan diet kantong plastik dilingkungan kampusnya. Bahkan, pihaknya juga pernah melakukan mengajar kepada siswa-siswi SMA yang ada di kota Bandung. Temanya, tentu saja terkait ilmu pendidikan lingkungan hidup. Mulai dari cara menanam pohon, merawat dan lainnya.
"Karena kita ada di wilayah pendidikan, makanya kita melakukan hal seperti ini. Setiap pendakian itu tidak hanya naik gunung saja, tapi ada hal yang kita sisipkan di pendakian itu, contohnya peduli lingkungan," imbuhnya.
Dia mengaku, keberadaan UKM Mahacita yang ada dilingkungan kampusnya ini, memberikan kontribusi dan manfaat yang cukup besar bagi mahasiswanya. Mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman yang luar biasa.
"Manfaat yang saya rasakan di UKM ini, ketika ada masalah, kita bisa menyelesaikannya sendiri. Karena kita biasa hidup di alam, jadi ilmunya bisa diaplikasikan di luar," ucapnya.
Dia berharap, keberadaan UKM Mahacita ini bisa menjadi wadah yang benar-benar bermanfaat bagi mahasiswanya. Bukan hanya Mahacita, setiap organisasi kemahasiswaan yang bernama UKM memiliki nilai tambahnya bagi mahasiswa.
"Di UKM ini kita bisa belajar organisasi, kita keluar dari kampus kita punya ilmu lainnya. Contohnya, misal pendakian, kita harus mempersiapkan logistik, operasional, administarasi dan lainnya. Itu dibutuhkan ketelitian juga," tambahnya. (Okky Adiana)
Editor : Doni Ramdhani


