Unggahan Seskab Soal Capaian Realisasi Investasi Tuai Beragam Komentar Pedas Publik

Unggahan Seskab soal capaian realisasi inventasi 2 tahun kepemimpinan Prabowo menuai komentar pedas.

Unggahan Seskab Soal Capaian Realisasi Investasi Tuai Beragam Komentar Pedas Publik
Unggahan Seskab Soal Capaian Realisasi Investasi Tuai Beragam Komentar Pedas Publik

INILAHKORAN.ID - Unggahan akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet) mengenai capaian realisasi investasi Indonesia menuai beragam tanggapan kritis hingga kritik pedas dari warganet. 

Unggahan tersebut memuat informasi laporan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Terbatas Ekonomi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 19 Oktober 2026.  

​Dalam infografis yang diunggah, dicantumkan capaian realisasi investasi dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto (Oktober 2024–Oktober 2026) yang mencapai Rp3.923,2 triliun, penyerapan tenaga kerja sebanyak 5.485.944 orang, serta kontribusi investasi Jawa dan Luar Jawa.  

​Namun, bukan hanya angka capaian yang menjadi sorotan, melainkan bentuk dokumen serta detail keterangan data yang diunggah. Warganet menyoroti beberapa hal utama di kolom komentar, di antaranya. 

1. ​Format Unggahan yang Dianggap Kurang Profesional

Sejumlah warganet mengkritik penggunaan foto fisik kertas laporan yang dicetak, alih-alih mengunggah softcopy atau desain grafis digital berkualitas tinggi. 

Menurut netizen, sebagai akun resmi lembaga kenegaraan, standar publikasi visual seharusnya tampil lebih rapi dan profesional.  

2. ​Sorotan pada Keterangan Kurs Dolar

Publik juga menyoroti pencantuman asumsi nilai tukar dalam laporan yang menggunakan kurs APBN USD 1 = Rp16.500. 

Beberapa komentar mempertanyakan serta menjadikan penggunaan nilai kurs tersebut sebagai bahan diskusi di kolom komentar.  

​Kolom komentar unggahan tersebut langsung dipenuhi ribuan respons masyarakat. 

Sebagian warganet memberikan masukan terkait pentingnya transparansi data serta peningkatan kualitas tata kelola publikasi media sosial instansi pemerintah agar lebih representatif di mata publik. 


Editor : Firda Rachmawati