Mantan Wamenlu Kritik Perjalanan Luar Negeri Prabowo, Teddy: Jangan Mengaburkan Fakta
Seskab Teddy menanggapi kritik Mantan Wakil Menteri Luar Negeri soal perjalanan luar negeri Presiden Prabowo.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pada Senin, 1 Juni 2026, YouTube Sekretariat Kabinet RI merilis video mengenai fakta kunjungan luar negeri yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam unggahan tersebut, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan pemerintah terbuka terhadap kritik.
Namun Teddy meminta agar kritik tidak mengaburkan berbagai capaian hasil lawatan luar negeri yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto.y
"Ruang untuk setiap masukan tentu kita terima, tetapi jangan sampai kita mengaburkan fakta tentang semua hasil yang telah kita capai," tutur Seskab Teddy dalam tayangan resmi Sekretariat Kabinet.
Sebelumnya, Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI sekaligus pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal, mengkritik terkait lawatan-lawatan Presiden Prabowo ke luar negeri dalam periode 1,5 tahun terakhir.
Seskab Teddy, menanggapi kritik dengan mengawali jawabannya, mengucapkan terima kasih atas masukan dan kritik yang disampaikan oleh Dino.
Teddy kemudian menjawab kritik-kritik Dino diawali dengan masalah biaya perjalanan lawatan luar negeri Presiden, yang dikritik Dino "sangat besar".
Seskab Teddy lanjut menjawab kritik terkait jumlah rombongan kepresidenan yang dilibatkan dalam perjalanan luar negeri Presiden Prabowo.
Teddy menunjukkan jika dibandingkan dengan pendahulu-pendahulunya, Presiden Prabowo telah memangkas jumlah rombongan yang dilibatkan dalam setiap agenda luar negeri Kepala Negara.
"Jadi, kalau dulu, itu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Zaman Pak Dino seperti itu, Nah, jaman Presiden Prabowo, jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal," terang Teddy.
Terkait jadwal lawatan luar negeri Presiden, Dino sebelumnya menyarankan lawatan luar negeri dipetakan setidaknya setahun sebelumnya.
Dino juga menyarankan agar Seskab Teddy dan Menteri Luar Negeri Sugiono untuk mengumumkan rencana lawatan luar negeri Presiden sebulan sebelum keberangkatan atau minimal seminggu sebelum keberangkatan.
Seskab Teddy menjelaskan lawatan luar negeri Presiden itu terbagi atas jadwal tahunan dan jadwal yang mendesak mengikuti perkembangan dunia global yang dinamis.
Teddy kemudian mencontohkan jadwal tahunan seperti agenda KTT ASEAN, KTT G20, KTT APEC, KTT BRICS, dan Sidang Majelis Umum PBB.
Sementara itu, jadwal mendesak itu berkaitan dengan dinamika global, di antaranya seperti konflik di beberapa negara, krisis di Timur Tengah dan perkembangan situasi di Palestina.
Dino juga menyoroti frekuensi atau banyaknya jumlah lawatan luar negeri Presiden Prabowo serta hal-hal terkait protokoler yang dijawab Teddy:
"Presiden Prabowo adalah presiden baru yang mulai menjabat saat dunia sedang krisis, sebelumnya ada konflik di Ukraina, Venezuela, kemudian sekarang ada di Iran dan Timur Tengah. Itu terlibat (Arab) Saudi, Qatar, Bahrain, UAE, dan lain sebagainya," jelasnya.
Teddy melanjutkan gaya diplomasi yang dijalankan oleh Presiden Prabowo menggunakan "kedekatan personal".***
Editor : Irma Nurfajri

