Ungkap Fakta Soal Kasus Kekerasan Seksual, DP3AP2KB Kota Cimahi: Kebanyakan Korbannya Kondisi Ekonomi Bawah
Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cimahi menemukan sejumlah fakta terkait kasus kekerasan seksual di wilayahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cimahi menemukan sejumlah fakta terkait kasus kekerasan seksual di wilayahnya.
Kekerasan seksual ternyata tak hanya menimpa anak perempuan maupun laki-laki saja. Faktanya, nasib serupa juga banyak terjadi pada orang-orang dengan kondisi ekonomi bawah.
“Memang kebanyakannya kalangan-kalangan ke bawah sebetulnya. Tapi pernah terjadi di sekolah juga," kata Kepala DP3AP2KB Cimahi, Fitriani Manan, Jumat 1 Agustus 2025.
Oleh karena itu, guna mengantisipasi terjadinya kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak, termasuk kalangan ekonomi bawah pihaknya telah membentuk tim di setiap sekolah.
"Dengan adanya tim tersebut, kami berharap bisa mengantisipasi kekerasan seksual di tiap satuan pendidikan," imbuhnya.
Tak cuma itu, sambung Fitriani, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Pusat Pembelajaran Keluarga untuk memberikan penanganan terhadap anak yang bar menjadi korban perundungan atau bullying.
"Kalau ada anak-anak yang jadi korban kekerasan seksual itu langsung ditangani P2TP2A. Sedangkan untuk anak yang baru menjadi korban bully kita dampingi ke Pusat Pembelajaran Keluarga," ujarnya.
Kendati begitu, Fitriani mengakui banyak korban kekerasan seksual yang tidak berani untuk speak up. Namun, kebanyakan pelakunya kebanyakan orang-orang terdekatnya.
“Pelakunya bisa dari keluarga atau mungkin dari lingkungan sekolah. Mereka kebanyakan tutup mulut dan tidak berani speak up," ucapnya.
"Nah ini tugas kami, selain mengembalikan fungsi sosialnya, mengembalikan psikologisnya, juga memberikan motivasi untuk kalau memang mau dibawa ke ranah yang lebih tinggi, ke ranah hukum, kami siap mendampingi,” bebernya.
Pihaknya mencatat adanya kenaikan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di wilayahnya. Bahkan, hingga Juli 2025, DP3AP2KB Kota Cimahi sudah mencatat 16 kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan.
"Jumlah tersebut mengalami kenaikan dari tahun 2024 yang mencapai 13 kasus. Kemudian pada tahun 2023, kasus kekerasan seksual tercatat sebanyak 28 dan sempat mengalami peningkatan pada tahun 2022 yang menginjak 49 kasus," tandasnya. ***
Editor : JakaPermana
