Unik! Mirra Andreeva Copy Paste Sejarah Maria Sharapova 20 Tahun Lalu
Mirra Andreeva menorehkan fakta unik di turnamen Wimbledon 2025, setelah maju ke perempat final. Apa itu?
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, London – Mirra Andreeva menorehkan fakta unik di turnamen Wimbledon 2025, setelah maju ke perempat final. Apa itu?
Mirra Andreeva, unggulan ketujuh, melaju ke perempat final tunggal putri Wimbledon 2025 setelah mengalahkan Emma Navarro 6-2, 6-3 selama 1 jam 16 menit di All England Court, London, Selasa dinihari WIB.
Kemenangan atas Emma Navarro ini mengantarkan Mirra Andreeva untuk Belinda Bencic di perempat final Wimbledon 2025.
Mirra Andreeva kini menjadi petenis termuda yang pernah melaju ke perempat final Wimbledon sepanjang sejarah. Saat mengawali Wimbledon, usia Mirra Andreeva 18 tahun 62 hari.
Uniknya, itu pula yang persis terjadi di Wimbledon 2005. Saat itu, Maria Sharapova juga maju ke perempat final, bahkan melaju ke semifinal. Kala itu, usia Maria Sharapova juga 18 tahun 62 hari.
Sebelumnya, Mirra Andreeva juga menjadi petenis keempat sepanjang abad ini yang maju ke babak 16 besar di seluruh tiga turnamen grand sam awal sebelum usianya menginjak 19 tahun.
Dia mengikuti jejak Kim Klijsters (2001), Maria Sharapova (2005), dan Nicola Vaidisova (2006 dan 2007).
Mirra Andreeva juga tercatat sebagai petenis termuda yang memenangkan lebih dari 10 pertandingan grand slam dalam satu tahun kalender, sejak Caroline Wozniacki melakukannya pada 2008.
Mirra Andreeva, petenis belia Rusia, melakukan start dengan cemerlang. Setelah bermain imbang 1-1 di awal set pertama, dia langsung melejit mengungguli Emma Navarro 4-1.
Dua di antara empat poin itu dia dapatkan dengan mematahkan servis Emma Navaro. Situasi itu membuat Mirra Andreeva berada di atas angin.
Emma Andreeva sempat memberi Emma Navarro tambahan satu poin sebelum menyelesaikan perlawanan petenis unggulan ke-10 itu dengan 601 dalam waktu 33 menit.
Sepanjang babak pertama itu, Mirra Andreeva sebenarnya melakukan banyak kesalahan sendiri alias unforced errors, yakni sebanyak 14 kali. Jauh di atas Emma Navarro yang hanya delapan kali.
Tapi, dia juga menghasilkan pukulan yang mematikan lebih banyak. Adapun Emma Navarro lebih banyak mendapatkan poin dari kesalahan sendiri Mirra Andreeva.
Memasuki set kedua, Mirra Andreeva langsung mematahkan servis Emma Navarro di game pertama. Tapi, Emma langsung membalasnya pada game berikutnya.
Kedua petenis saling mematahkan servis di awal set kedua ini. Sebab, di game ketiga pun, Mirra Andreeva melakukan hal serupa.
Namun, Mirra Andreeva mampu mempertahankan servisnya di game keempat melalui tiga kali deuce. Tiga kali pula Emma Navarro menyelamatkan break point sebelum akhirnya menyerah.
Mirra Andreeva kian berada di atas angin setelah kembali mematahkan servis Emma Navaro di game kelima. Dia kini unggul makin jauh 4-1. Sempat memberi dua poin untuk Emma Navaro, Mirra Andreeva menutup laga itu 6-3. (*)
Editor : Zulfirman

