Unpad Kukuhkan Rektor Anyar, Pemprov Jabar Minta Bantu Atasi Masalah Sampah Bandung Raya
Arief S Kartasasmita resmi dilantik menahkodai Unpad selama lima tahun ke depan, menggantikan Prof Rina Indiastuti di Graha Sanusi Unpad, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Senin 7 Oktober 2024.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Universitas Padjadjaran mengukuhkan rektor anyar, dimana Arief S Kartasasmita resmi dilantik menahkodai Unpad selama lima tahun ke depan, menggantikan Prof Rina Indiastuti di Graha Sanusi Unpad, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Senin 7 Oktober 2024.
Seiring dengan pengukuhan Prof Arief sebagai Rektor Unpad, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengaku banyak hal yang akan dikolaborasikan. Terutama masalah sampah di Bandung Raya, yang diakuinya sudah dalam tahap darurat. Seiring dengan kapasitas TPAS Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat yang telah overload.
Bey Machmudin berharap, Unpad dapat membantu Pemprov Jabar untuk menangani masalah sampah, khususnya di Bandung Raya.
"Tentunya akan banyak kami kerjasamakan dengan Unpad. Terutama tadi saya sampaikan ke Prof Arief, terkait persampahan. Saya minta tolong ke Prof Arief, karena persampahan sangat urgent saat ini. Dan nanti kami akan bicara lebih lanjut," ujar Bey Machmudin usai menghadiri pelantikan Rektor Unpad.
Dia melanjutkan, diharapkan di bawah komando Prof Arief sebagai rektor ke 13 Unpad, masalah sampah dari hulu yakni rumah tangga dapat tertangani.
"Sampah kita minta tolong dari hulu, itu aja. Sesederhana itu. Dari hulu, jadi bagaimana pembuangan sampah di Jawa Barat, yang urgent Bandung Raya. Tapi harusnya seluruh Jawa Barat kita bisa kurangi sampah," ucapnya.
Bey Machmudin memastikan, akan ada pertemuan lanjutan antara Pemprov Jabar dan Unpad dalam penanganan sampah ke depan.
"Bagaimana nanti kami akan bertemu membahas hal detail, terutama sampah. Itu yang terkait dengan pertama," imbuhnya.
Selain itu kata dia, Pemprov Jabar juga akan membahas mengenai potensi kerjasama lain, seperti penanganan prevalensi stunting, kemiskinan ekstrem dan pembangunan rumah sakit, guna mengatasi persoalan kesehatan.
"Itu nanti mungkin banyak yang bisa dikerjasamakan, jadi stunting sudah pasti. Masalah kemiskinan dan juga pengembangan rumah sakit seperti apa di Unpad," tandasnya.
Editor : Ahmad Sayuti
