Viral Detik-detik Pabrik Narkoba Rp1,5 Triliun Digerebek, Ada yang Sembunyi di Kolam Renang

Viral video detik-detik pabrik narkoba di Bali digerebek Bareskrim Polri pada Selasa 19 November 2024 kemarin.

Viral Detik-detik Pabrik Narkoba Rp1,5 Triliun Digerebek, Ada yang Sembunyi di Kolam Renang
Viral detik-detik pabrik narkoba di Bali digrebek/Instagram

INILAHKORAN, Bandung - viral video detik-detik pabrik narkoba di Bali digerebek Bareskrim Polri pada Selasa 19 November 2024 kemarin.

Dalam video yang diunggah di Instagram medsoszone, sejumlah petugas berseragam lengkap terlihat langsung menyerbu pabrik yang disinyalir beroperasi untuk memproduksi narkoba tersebut.

Berdasarkan keterangan di Instagram, pabrik narkoba tersebut beroperasi di sebuah vila yang berlokasi d Jalan Cempaka Gading, Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Sejumlah orang yang diduga terlibat dalam pengoperasian pabrik narkoba tersebut terlihat tak bisa berkutik saat ditangkap petugas kepolisian.

Bahkan, salah seorang pria terlihat bersembunyi di dasar kolam berenang untuk menghindari kejaran polisi.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Wahyu Widada mengatakan laboratorium yang diungkap itu merupakan laboratorium produksi narkoba jenis hashish pertama di Indonesia.

“Ini pengungkapan pertama laboratorium hashish di Indonesia. Polri akan terus berupaya memerangi narkoba untuk melindungi generasi bangsa,” ujar Wahyu

“Clandestine lab ini sudah beroperasi selama 2 bulan dengan estimasi nilai barang bukti yang dapat diproduksi dalam bisnis narkoba ini senilai Rp 1.521.408.000.000,” imbuhnya.

Barang bukti yang disita dari pengungkapan clandestine lab tersebut yakni 18 Kg hashish padat kemasan silver, 12,9 Kg hashish padat kemasan emas, 53.210 butir pil Happy Five, 765 katridge yang sudah terisi, 6.600 katridge kosong, dan bahan baku serta mesin alat produksi yang bisa memproduksi lebih dari 2 juta pil dan ribuan batang hashish.

Wahyu mengungkapkan bahwa clandestine lab tersebut diketahui kerap berpindah-pindah lokasi untuk menghindari deteksi di sekitar Bali, bermula di Jalan Gatot Subroto, Denpasar Utara, lalu ke daerah Padang Sambian, Denpasar Barat.

“Terakhir tim berhasil mendeteksi lokasi terakhir Clandestine lab berada di Uluwatu, Bali,” katanya.

Dalam pengungkapan clandestine lab tersebut, terdapat 4 orang tersangka yang ditangkap yakni berinisial MR, RR, N, dan DA yang berperan sebagai peracik dan pengemasan narkoba.

Selain itu, masih ada 4 orang tersangka lain yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), yakni DOM sebagai pengendali, MAN selaku penyewa villa, RMD sebagai peracik dan pengemas, serta IC yang berperan merekrut.


Editor : Firda Rachmawati