Viral Pria Diduga Intimidasi Siswa di Jelambar Gara-Gara Kaos Bandung Football

Viral di sosmed, siswa sekolah dan kakaknya diintimidasi pria di Jelambar gara-gara kaos Bandung Football.

Viral Pria Diduga Intimidasi Siswa di Jelambar Gara-Gara Kaos Bandung Football
Viral Pria Diduga Intimidasi Siswa di Jelambar Gara-Gara Kaos Bandung Football

INILAHKORAN.ID - Aksi intimidasi jalanan kembali viral di media sosial. Seorang anak sekolah yang sedang membonceng kakak perempuannya menjadi korban dugaan penganiayaan dan intimidasi oleh seorang pria tak dikenal di kawasan Jelambar, Jakarta Barat.

​Berdasarkan penuturan korban, insiden mencekam ini bermula saat pelaku tiba-tiba memepet sepeda motor yang mereka kendarai. Tanpa alasan yang jelas, pria tersebut langsung memprovokasi dan mengajak korban untuk berkelahi di jalan raya.

​Terekam Kamera dan Sempat Memukul Korban

​Kejadian tersebut sempat diabadikan melalui rekaman video yang diunggah oleh akun Threads @vogoemini. Dalam video yang beredar, terlihat jelas pria tersebut sempat melayangkan pukulan ke arah korban saat keduanya masih sama-sama mengendarai sepeda motor.

​Melihat aksi intimidasi yang membahayakan tersebut, seorang kurir yang melintas di lokasi kejadian langsung pasang badan. Kurir tersebut berinisiatif mengawal korban dan kakak perempuannya menuju Polsek terdekat untuk mengamankan diri sekaligus meminta pertolongan polisi.

​Pelaku Berkelit di Polsek, Dipicu kaos "Forever Bandung"

​Saat diamankan dan dimintai keterangan di kantor polisi, terduga pelaku terus membantah telah melakukan pemukulan terhadap korban.

​Meski berkelit soal aksi pemukulan, pria tersebut akhirnya mengaku bahwa ia menghentikan korban lantaran merasa terprovokasi oleh pakaian yang dikenakan korban. Pelaku mengaku hanya meminta korban untuk melepas kaos bertuliskan "Forever Bandung, Forever Football" yang identik dengan atribut pendukung klub sepak bola Persib Bandung.

​Kasus dugaan intimidasi dan penganiayaan di jalan raya ini kini tengah mendapat sorotan netizen, terutama terkait tindakan main hakim sendiri yang dipicu oleh fanatisme sempit sepak bola di area publik.


Editor : Firda Rachmawati