Viral Video Warga Protes Perusakan Kebun Teh di Pangalengan: 'Ieu Tanah Kuring Kumaha

Kebun teh di Pangalengan diduga dirusak. Warga meluapkan kekecewaan hingga video protesnya viral di media sosial. Simak selengkapnya!

Viral Video Warga Protes Perusakan Kebun Teh di Pangalengan: 'Ieu Tanah Kuring Kumaha
Viral Video Warga Protes Perusakan Kebun Teh di Pangalengan: 'Ieu Tanah Kuring Kumaha'

INILAHKORAN.ID - Media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya rekaman video yang memperlihatkan kondisi area perkebunan teh di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung, yang mengalami kerusakan parah.  

​Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @khoerul_art, tampak sejumlah warga menyaksikan langsung tanaman teh yang tercabut dan rusak berhamburan di tanah. 

Suasana haru dan amarah mewarnai lokasi saat beberapa warga meluapkan kekecewaannya.  

​Seorang ibu-ibu terdengar melontarkan protes keras menggunakan bahasa Sunda atas kondisi lahan tersebut.

​"Ieu tanah kuring kumaha ieu teh," ujar wanita tersebut dalam rekaman video, menyuarakan kekecewaannya atas kehancuran kebun teh tempat mereka bergantung.

​Tak hanya itu, warga lain yang berada di lokasi menyebutkan bahwa insiden perusakan tanaman teh seperti ini bukanlah yang pertama kali terjadi, melainkan sudah berulang kali.

​​Unggahan tersebut menarik perhatian netizen dan memicu kekhawatiran publik terkait kelestarian lingkungan serta nasib kawasan wisata alam di Bandung Selatan. Dalam keterangan unggahannya, pemilik akun menuliskan pesan tajam:  

​"Selamatkan generasi muda kita Tong kajongjonan , alam pangalengan sedang tidak baik.

​Pohon teh di pangalengan tinggal tunggu nama !

​jangan biarkan alam pangalengan dirusak !

​PANGALENGAN NOT FOR SALE"

​Maraknya Kasus Perusakan Kebun Teh di Pangalengan

​Insiden perusakan kawasan perkebunan teh di Pangalengan memang tengah menjadi sorotan tajam dalam beberapa hari terakhir.

​Sebelumnya, kasus perusakan tanaman teh produktif milik PTPN I Regional 2 juga terjadi di Blok Cijeumpe 2, Kecamatan Pangalengan pada 26 Oktober 2026 dan berlanjut hingga 28 Oktober 2026.

Sebanyak 5.000 pohon teh dilaporkan rusak akibat aksi tidak bertanggung jawab tersebut.

​Kejadian tersebut sempat memicu kericuhan saat pihak pengelola perkebunan berupaya mengamankan sembilan terduga pelaku. Sekitar 200 massa dari Aliansi Petani Pangalengan menghadang proses pengamanan hingga mengakibatkan kerusakan kendaraan operasional perkebunan. 

Tak hanya itu, tindakan kekerasan juga menimpa Asisten Afdeling Kertamanah, Sadida, yang mengalami luka memar akibat pemukulan dalam insiden tersebut.


Editor : Firda Rachmawati