Viral Meteor Hijau Melintas di Langit Jogja, Warganet Geger!
Jagat maya dihebohkan dengan rekaman video CCTV yang memperlihatkan benda mirip meteor berwarna hijau melintas di langit Yogyakarta (Jogja).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Media sosial kembali dihebohkan oleh fenomena alam yang memukau sekaligus misterius. Sebuah rekaman video CCTV yang memperlihatkan sebuah benda langit mirip meteor berwarna hijau menyala melintas di atas langit Yogyakarta (Jogja) menjadi viral dan memicu perbincangan hangat di kalangan warganet.
Fenomena tersebut pertama kali mencuat dan menarik perhatian publik setelah diunggah oleh akun media sosial berbasis informasi lokal, @merapi_uncover.
Terekam Kamera pada Sabtu Malam
Berdasarkan keterangan dari unggahan tersebut, peristiwa langka ini terjadi pada hari Sabtu malam, 11 Juli 2026. Kamera CCTV berhasil menangkap detik-detik pergerakan objek tersebut pada pukul 21:23 WIB.
Dalam video berdurasi singkat yang beredar, suasana malam hari yang tenang tiba-tiba dihiasi oleh sekelebat bola cahaya berukuran cukup besar. Berbeda dengan jatuhnya meteor pada umumnya yang cenderung berwarna putih kekuningan, objek misterius ini memancarkan cahaya berwarna hijau terang yang cukup pekat sebelum akhirnya menghilang di balik cakrawala.
Memicu Reaksi Warganet
Video amatir dari kamera pengawas ini pun langsung diserbu oleh netizen. Hingga berita ini diturunkan, unggahan video yang bersumber dari kiriman warga bernama Irfan Setiaji tersebut telah disaksikan lebih dari 45 ribu kali di platform X (Twitter) dan terus mendapat berbagai respons di kolom komentar.
Banyak warganet yang mengaku takjub, namun tidak sedikit pula yang penasaran mengenai kejelasan ilmiah dari benda hijau tersebut.
Fenomena meteor berwarna hijau sendiri secara sains umumnya terjadi akibat kandungan material meteoroid yang terbakar saat bergesekan dengan atmosfer bumi.
Warna hijau pekat biasanya mengindikasikan bahwa batuan luar angkasa tersebut memiliki kandungan elemen logam tembaga (copper) atau nikel yang cukup tinggi.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak terkait seperti BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) maupun BMKG mengenai klasifikasi pasti objek luar angkasa tersebut.
Editor : Firda Rachmawati

