Viral Warga Garut Tagih Janji Bantuan ke Wakil Bupati hingga Berujung Debat
Viral detik detik warga Garut menagih janji kampanye soal bantuan kepada wakil bupati.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Sebuah video yang memperlihatkan perdebatan antara warga dengan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina viral di media sosial. Insiden itu terjadi dalam acara Sosialisasi Program Berbasis Masyarakat Pembangunan Infrastruktur Hijau di Kampung Rancalega, Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @usepdeni.bolan, tampak seorang warga dengan lantang menagih janji kampanye Wakil Bupati Garut terkait bantuan dana Rp1–5 juta bagi pelaku UMKM atau kepala keluarga (KK) penerima manfaat.
“Salah satunya 1–5 juta untuk UMKM. Itu sudah keluar?” tanya warga dalam video yang kini ramai dibagikan.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Garut menjawab dengan nada tenang namun tegas. Ia menegaskan bahwa program bantuan itu masih menunggu data penerima dari pusat.
“Kami sedang menunggu dataset. Dataset itu lagi di pusat. Benar perkataan saya atau hanya? Ya, realisasi apa yang saya janjikan. Oke, apa yang saya janjikan?” ucapnya dalam rekaman tersebut.
Setelah pernyataan itu, warga tampak terus mendesak penjelasan lebih lanjut terkait janji kampanye tersebut. Perdebatan pun berlangsung sengit hingga menimbulkan suasana panas di lokasi kegiatan sosialisasi.
Video berdurasi singkat itu dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial, terutama di Instagram dan X (Twitter), dan menjadi perbincangan hangat publik.
Warganet Soroti Transparansi Janji Politik
Banyak warganet menyoroti transparansi pejabat daerah dalam merealisasikan janji kampanye, terutama yang berkaitan dengan program bantuan masyarakat. Sebagian berharap agar pemerintah lebih terbuka soal mekanisme penyaluran bantuan dan waktu realisasinya.
Hingga kini, pihak Pemerintah Kabupaten Garut belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait video viral tersebut. Namun, masyarakat berharap kejadian ini bisa menjadi pengingat bagi pejabat publik untuk lebih hati-hati dan terbuka dalam menyampaikan informasi mengenai program kerja maupun janji politiknya.
Editor : Firda Rachmawati
