Virus LSD Kembali Terkonfirmasi di Empat Kecamatan, Dispernakan KBB: Sudah Kita Tangani
18 ekor sapi yang terpapar virus LSD dan tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Lembang, Cisarua, Cikalongwetan, dan Cipatat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali mendapat laporan adanya belasan sapi yang terkonfirmasi virus Lumpy Skin Desease (LSD).
Berdasarkan tracking di lapangan, tercatat 18 ekor sapi yang terpapar virus LSD dan tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Lembang, Cisarua, Cikalongwetan, dan Cipatat.
"Untuk kasus LSD, kita mendapatkan laporan ada 18 ekor sapi yang terpapar," ungkap Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dispernakan KBB, Acep Rohimat saat dihubungi.
"Namun, alhamdulillah sudah berhasil ditangani oleh petugas di lapangan dan sudah selesai minggu kemarin," sambungnya.
Acep menilai, wabah LSD ini merupakan kasus yang diwaspadai oleh Dispernakan KBB. Apalagi, menghadapi momentum hari raya Idul Adha.
"Oleh karenanya kita harus memastikan hewan yang disiapkan untuk qurban harus dalam kondisi baik dan sehat," ujarnya.
Guna mengantisipasi penyebaran virus LSD, pihaknya telah menyiapkan dosis vaksin LSD sebanyak 15.000 dosis untuk disuntikan baik sapi perah maupun sapi potong yang akan disiapkan sebagai hewan qurban untuk hari raya Idul Adha.
"Kalau untuk pencegahan kasus LSD, kita mendapat bagian sekitar 15.000 dosis dari Pemerintah Provinsi Jabar, dan saat ini sudah disebarkan di beberapa kecamatan," terangnya.
Kendati demikian, Acep tak memungkiri, jumlah tersebut terhitung sedikit jika melihat populasi sapi di Bandung Barat yang jumlahnya lebih dari 23.000 ekor.
Bahkan, sambung Acep, Kecamatan Lembang tercatat sebagai wilayah dengan populasi sapi perah paling dominan di bandingkan dengan wilayah lain.
"Karena masih terbatas vaksinnya, kita fokus ke sapi perah dan sapi potong untuk budidaya," sebutnya.
"Tapi kalau misalkan ada kejadian di lapangan, kita supportnya ke peningkatan imun ternak itu sendiri, seperti dikasih vitamin jadi biar sehat sapinya," paparnya.
Acep menambahkan, Dispernakan KBB saat ini tengah menyiapkan tim kesehatan hewan untuk melakukan monitoring kesehatan hewan qurban ke seluruh wilayah KBB.
Menurutnya, hewan qurban yang sudah dicek kesehatannya dan siap untuk dikurbankan akan diberi label hewan sehat.
"Untuk pelabelan hewan sehat sendiri baru akan dimulai tanggal 22 Juni sampai H-1 sebelum kurban. Sedangkan, untuk jumlah ekornya belum terdata, kalau nanti ternak-ternak bibit di lapangan belum," tuturnya.
"Jadi kita menyiapkan label sekitar 13 ribu label sehat. Dengan petugas lapangan sekitar 50 orang," tukasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti
