Wali Kota Bandung Pastikan Drainase dan Sampah Jadi Prioritas Siskamling Siaga Bencana

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan melaksanakan, program Siskamling Siaga Nencana ke-40 di Kelurahan Kacapiring. Kunjungan menjadi bagian dari upaya pemerintah kota dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana, sekaligus meninjau kondisi infrastruktur dan layanan publik di tingkat kelurahan.

Wali Kota Bandung Pastikan Drainase dan Sampah Jadi Prioritas Siskamling Siaga Bencana
Dalam kunjungan tersebut, orang nomor satu di Kota Bandung itu menekankan pentingnya perbaikan jalan akses di beberapa titik. Misalnya di RW 09, yang mengajukan permohonan untuk memanfaatkan dana prakarsa senilai 100 juta rupiah untuk perbaikan jalan. (istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan melaksanakan, program Siskamling Siaga Nencana ke-40 di Kelurahan Kacapiring. Kunjungan menjadi bagian dari upaya pemerintah kota dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana, sekaligus meninjau kondisi infrastruktur dan layanan publik di tingkat kelurahan.

Dalam kunjungan tersebut, orang nomor satu di Kota Bandung itu menekankan pentingnya perbaikan jalan akses di beberapa titik. Misalnya di RW 09, yang mengajukan permohonan untuk memanfaatkan dana prakarsa senilai 100 juta rupiah untuk perbaikan jalan.

"Beberapa jalan akses memang perlu diperbaiki agar mobilitas warga lebih lancar, terutama saat menghadapi beberapa situasi," kata Farhan, Jumat 21 November 2025.

Salah satu isu lain yang menjadi perhatian, adalah pengelolaan sampah. Target pengumpulan sampah di delapan kelurahan adalah 18 ton per hari, namun saat ini baru tiga kelurahan yang tercapai. 

Kelurahan Kacapiring, dituturkan ia telah mulai menggunakan mesin insernator dengan kapasitas sembilan ton per hari yang akan ditingkatkan menjadi 18 ton. 

"Dengan kapasitas penuh, mesin insernator dapat mendukung pengelolaan sampah hingga 18 ton per hari. Program rumah magot, dan partisipasi masyarakat juga sudah berjalan dengan sangat baik," ucapnya.

Selama 40 hari kunjungan program siskamling, perbaikan drainase dikatakan Farhan menjadi salah satu isu yang paling dominan. 

"Drainase adalah masalah utama karena berpengaruh pada saluran air, pengelolaan sampah dan risiko banjir. Penegakan aturan pembangunan juga kami lakukan, termasuk menindak bangunan yang berdiri di atas saluran drainase," ujar dia.

Selain masalah drainase, wali kota mencatat tren penurunan jumlah kelahiran di setiap rumah tangga. Dari 40 kelurahan yang dikunjungi, hanya satu yang memiliki produktivitas bayi tinggi.

"Masyarakat kini memilih memiliki lebih sedikit anak. Kami mendorong kelompok usia produktif memanfaatkan layanan administrasi kependudukan agar lebih mudah pindah ke Kota Bandung. Dengan KTP Bandung, berbagai urusan seperti cicilan rumah, mobil, pekerjaan dan SKCK menjadi lebih mudah," jelasnya.

Farhan menambahkan, perbaikan drainase akan dilakukan secara menyeluruh karena drainase di satu kelurahan terkait dengan kelurahan lain. Tantangan terbesar adalah bangunan atau jalan yang berdiri di atas saluran drainase, seperti Jalan Karapitan yang membuat kapasitas drainase terbatas.

"Satu kelurahan ke kelurahan berikutnya tidak pernah terpisah. Drainase harus saling terkoneksi agar air dapat mengalir dengan baik dan risiko banjir dapat diminimalkan," tuturjnya.

Ia menambahkan, program Siskamling Siaga Bencana ke-40 menjadi momentum bagi pemerintah kota untuk melakukan sensus kondisi infrastruktur. Sekaligu

s menyiapkan strategi perbaikan yang terintegrasi. "Perbaikan drainase dan pengelolaan sampah menjadi fokus utama di 2026, karena berdampak pada banyak aspek kehidupan warga," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani