Kalender Event Kota Bandung 2026, Dukungan Infrastruktur, Insentif dan Pariwisata

Pemkot Bandung meluncurkan Kalendar Event Kota Bandung 2026 sebagai panduan strategis bagi kreator acara untuk merancang kegiatan sepanjang tahun. 

Kalender Event Kota Bandung 2026, Dukungan Infrastruktur, Insentif dan Pariwisata
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menekankan, pentingnya Kalender Event Kota Bandung 2026 sebagai acuan bagi para kreator. (istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - Pemkot Bandung meluncurkan Kalendar Event Kota Bandung 2026 sebagai panduan strategis bagi kreator acara untuk merancang kegiatan sepanjang tahun. 

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menekankan, pentingnya Kalender Event Kota Bandung 2026 sebagai acuan bagi para kreator. 

"Ini (Kalender Event Kota Bandung 2026) akan menjadi patokan tentang apa saja yang harus ada, dan apa saja yang bisa dibuat pada tahun depan," kata Farhan, Jumat 21 November 2025.

Ia berharap, minimal sepuluh event unggulan yang meraih penghargaan pada 2025 tetap berlangsung pada 2026. Namun, jumlah total acara tidak dibatasi. Berdasarkan catatan sepanjang 2025, lebih dari 113 event besar telah digelar di Kota Bandung.

Menurut Farhan, tantangan utama bukan sekadar menjaga konsistensi acara. Tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pengunjung, dan memastikan dukungan infrastruktur berjalan optimal.

"Untuk mendukung pelaku kreatif, pemerintah menyiapkan insentif. Salah satunya berupa kemungkinan diskon pajak tontonan. Pajak ini diharapkan mendorong lebih banyak penyelenggaraan acara kreatif di kota," ucapnya.

Salah satu kendala terbesar yang dihadapi adalah keterbatasan venue luas. 

"Tugas kami adalah mencari investor yang bisa membangun kawasan besar, idealnya lima hektare dengan area parkir terintegrasi, seperti konsep GBLA," ujar dia.

Selain itu, isu lingkungan menjadi fokus dalam setiap event. Semua penyelenggara diwajibkan menunjukkan sistem pengolahan sampah. 

"Pemerintah menargetkan kapasitas pengolahan sampah mencapai 500 ton per hari pada Mei 2026, sehingga sampah yang dibuang ke TPA dapat berkurang sekitar 30 persen," tuturnya. 

Kata Farhan, strategi berbasis masyarakat diharapkan mampu menyelesaikan 30 persen sampah di tingkat warga. Langkah tambahan, seperti membersihkan Alun-alun Bandung yang sudah enam bulan tidak tersentuh dan meningkatkan kinerja tim kebersihan turut dilakukan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung Adi Junjunan Mustafa menyebut target wisatawan tahun ini mencapai sekitar sembilan juta dimana sebagian besar domestik. 

"Sementara wisatawan mancanegara masih memerlukan strategi peningkatan inbound tourism. Beberapa event besar, seperti Asia Afrika Festival dan Pasar Seni ITB terbukti mampu menarik ratusan ribu pengunjung menjadi bukti potensi pariwisata Kota Bandung yang terus berkembang," kata Adi Junjunan Mustafa.

Ia menambahkan, dengan Kalender Event Kota Bandung 2026, Kota Bandung tidak hanya ingin menjadi kota tujuan wisata. Tetapi juga pusat kreativitas dan inovasi, di mana setiap event memiliki dampak strategis, sosial dan lingkungan yang nyata.


Editor : Doni Ramdhani