Target PAD Belum Tercapai, Dadang Supriatna Dorong OPD Menggali Potensi Pendapatan Daerah
Bupati Bandung Dadang Supriatna menekankan pentingnya stabilitas fiskal dan penguatan kinerja pendapatan daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Soreang - Bupati Bandung Dadang Supriatna menekankan pentingnya stabilitas fiskal dan penguatan kinerja pendapatan daerah.
Menurut Dadang Supriatna, total pendapatan Kabupaten Bandung tahun 2025 diproyeksikan mencapai Rp7,3 triliun dan hingga hari ini, realisasinya telah menembus angka Rp6,08 triliun atau sekitar 83%.
“Ini menandakan bahwa pengurangan APBD 2026 berawal dari tahun 2025. Ada proyeksi pengurangan meski sudah menggabungkan PAD dan dana TKD (transfer ke daerah) dari pemerintah pusat yang juga berkurang,” kata Dadang di Soreang, Jumat 21 November 2025.
Dadang juga menyoroti capaian pendapatan asli daerah (PAD) yang masih belum mencapai target. Dari rencana Rp2,2 triliun, capaian saat ini baru berada di angka Rp1,5 triliun atau kurang sekitar Rp700 miliar.
“Setelah kita bedah, kenapa PAD tidak begitu menggembirakan karena ada perubahan beberapa regulasi. Di antaranya MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) atau rumah subsidi yang bebas PPB, padahal itu seharusnya berpotensi menghasilkan pendapatan Rp27 miliar. Akibatnya, ada penyesuaian tunjangan kinerja bagi ASN Kabupaten Bandung,” ujarnya.
Dadang juga meminta seluruh kepala perangkat daerah agar lebih cermat dalam mengusulkan kebutuhan anggaran serta tidak memaksakan permohonan anggaran ke DPRD.
“Saya titip jangan menjanjikan atau memaksakan permohonan anggaran, kecuali para kepala dinas bisa mencari potensi baru PAD,” katanya.
Dadang juga mendorong OPD untuk terus memetakan potensi fiskal, termasuk peluang pariwisata di wilayah Pacira setelah terbitnya RDTR. Kata dia, perencanaan pembangunan harus didasarkan pada kebutuhan riil dan peluang pengembangan ekonomi.
Dadang juga menyinggung insentif fiskal sebesar Rp6,5 miliar yang diterima Kabupaten Bandung. Dana tersebut diarahkan untuk program-program prioritas lintas sektor.
“Kita nilai, silakan Dinas Pertanian saya kasih uang ini, tapi saya ingin ada gerakan menanami halaman rumah. Buktikan hasilnyam Lalu saya ingin masyarakat bisa memelihara ayam petelur untuk cadangan pangan di tingkat rumah tangga,” katanya.
Editor : Doni Ramdhani

