Warga Kertasari Kabupaten Bandung Gembira Bisa Menikmati Air Bersih dari Program Pamsimas

Sejumlah kepala keluarga di Desa Sukapura Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung kini bisa menikmati sarana air bersih, melalui program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung.

Warga Kertasari Kabupaten Bandung Gembira Bisa Menikmati Air Bersih dari Program Pamsimas
Sebelum adanya program Pamsimas ini, warga di Kertasari, Kabupaten Bandung ini untuk mendapatkan air bersih harus memikul dari tempat yang lumayan jauh. Tapi sekarang, mereka dapat tersenyum lebar karena sudah tak perlu lagi memikul air dengan jarak lumayan jauh. (istimewa)

INILAHKORAN, Soreang - Sejumlah kepala keluarga di Desa Sukapura Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung kini bisa menikmati sarana air bersih, melalui program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung.

"Dengan adanya Pamsimas di Kertasari, Kabupaten Bandung ini, Alhamdulillah kami berterimakasih, dengan adanya bantuan Pamsimas ini kami sekarang bisa mendapatkan air bersih dengan mudah. Kami berterimakasih kepada Bupati Bandung Dadang Supriatna dan  Dinas PUTR dan dinas lainnya yang mendukung," kata Ketua Pokmas Pengelola Pamsimas Maman, Minggu 13 Agustus 2023.

Menurut Maman, sebelum adanya Pamsimas ini, warga di Kertasari, Kabupaten Bandung ini untuk mendapatkan air bersih harus memikul dari tempat yang lumayan jauh. Tapi sekarang, mereka dapat tersenyum lebar karena sudah tak perlu lagi memikul air dengan jarak lumayan jauh.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan,  bahwa pembangunan Pamsimas itu memiliki potensi untuk 400 sambungan rumah yang ada di Desa Sukapura.

"Saat ini masih kekurangan 70 sambungan rumah (SR).  Untuk penambahan ini akan dianggarkan di APBD Perubahan 2023," kata Dadang.

Dadang juga merespon aspirasi warga yang mengharapkan ada bantuan pipa  sepanjang 600 meter untuk menyalurkan air bersih dari embung-embung ke toren guna penambahan air bersih yang akan disalurkan ke rumah-rumah warga.

"Pak ketua Pamsimas pak Maman,  silakan mengajukan surat kepada saya. Nantinya akan dievaluasi lagi, dan berharap semuanya bisa tercover. Intinya, dengan air bersih bisa mandi dengan bersih, dengan air kita bisa minum dengan menggunakan air yang bersih," ujarnya.

Dadang berharap,  Pamsimas yang baru itu bermanfaat bagi masyarakat. Ia juga berencana untuk memenuhu kebutuhan energi listrik untuk operasional Pamsimas itu dikolaborasikan dengan tenaga surya.

"Supaya tidak terlalu banyak menggunakan energi listrik. Nanti programnya akan diberi untuk menggunakan tenaga surya," katanya.

Kepala DPUTR Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa menambahkan,  bahwa Pamsimas merupakan salah satu program dari pemerintah untuk penyediaan air bersih.

"Sebagaimana diketahui bahwa akses air bersih di Kabupaten Bandung sudah mencapai 87 persen. Namun untuk Desa Sukapura masih 54 persen. Jadi masih banyak kebutuhan air bersih untuk masyarakat," ujarnya.

Zeis mengatakan pembangunan Pamsimas  ini sejak i dari tahap perencanaan, pelaksanaan, sampai pengelolaan dan pelatihan juga kepada masyarakat penerima manfaat dilatih secara swakelola.

"Kemudian pemilihan kontraktor, pemilihan material ini diketahui oleh masyarakat," katanya.

Zeis mengatakan target pembangunan Pamsimas ini untuk 160 sambungan rumah. Namun karena anggaran terbatas, imbuh Zeis, baru 90 sambungan rumah yang sudah terfasilitasi. Sehingga perlu ada penambahan anggaran untuk tambahan 70 sambungan rumah lagi.
"Dan alhamdulillah dari toren dan menara ini, bisa menampung 27.000 liter. Jadi sebenarnya bisa untuk mengairi atau memberikan air bersih ke 400 sambungan rumah," ujarnya.

Zeis melanjutkan, penyediaan air bersih itu diambil dari sumur, kemudian ditarik menggunakan energi listrik. Untuk mengurangi biaya operasional, katanya, bisa menyalurkan air bersih dari sebuah embung yang jaraknya sekitar 600 meter dari lokasi toren tersebut. Sehingga, untuk menyalurkan air dari embung-embung itu membutuhkan pipa.

"Toren tempat penampungan air ini bisa menyalurkan sekitar 1,5 km, jadi bukan hanya untuk penduduk sekitar sini saja yang bisa menerima manfaat Pamsimas ini," katanya.*** (rd dani r nugraha)


Editor : Doni Ramdhani