Wasekjen DPP Partai Golkar dan Yusfitriadi Apresiasi Kesepakatan PAN dan Golkar Kabupaten Bogor

Dukungan DPD PAN Kabupaten Bogor untuk mendukung Jaro Ade sebagai bakal calon bupati (Cabup) Bogor diapresiasi Wasekjen DPP Partai Golkar Samsul Hidayat dan pengamat politik serta kebijakan publik Yusfitriadi.

Wasekjen DPP Partai Golkar dan Yusfitriadi Apresiasi Kesepakatan PAN dan Golkar Kabupaten Bogor
Samsul Hidayat menuturkan, langkah kesepakatan kedua partai politik PAN dan Golkar mengusung Jaro Ade itu terbilang strategis. Apalagi besar kemungkinan pemilihan kepala daerah (Pilkada) dipercepat. (reza zurifwan)

INILAHKORAN, Bogor - Dukungan DPD PAN Kabupaten Bogor untuk mendukung Jaro Ade sebagai bakal calon bupati (Cabup) Bogor diapresiasi Wasekjen DPP Partai Golkar Samsul Hidayat dan pengamat politik serta kebijakan publik Yusfitriadi.

"PAN dan Golkar kan satu di Koalisi Indonesia Maju (KIM), jadi keduanya bisa menaikkan elaktabilitas, sambil mengkampanyekan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dan para calon legislatif (Caleg)," kata Samsul Hidayat kepada wartawan, Minggu 21 Januari 2024.

Samsul Hidayat menuturkan, langkah kesepakatan kedua partai politik PAN dan Golkar mengusung Jaro Ade itu terbilang strategis. Apalagi besar kemungkinan pemilihan kepala daerah (Pilkada) dipercepat.

"Rumor kencang, Pilkada 2024 bakal dipercepat dua bulan dari jadwal sebelummya, nanti waktu kampanye bisa lebih singkat hingga kalau itu terjadi, Jaro Ade dan partai politik yang berkoalisi sudah melaksanakan selangkah lebih maju dari Cabup Bogor lainnya," tuturnya.

Diwawancarai terpisah, Yusfitriadi menerangkan bahwa langkah DPD PAN dan DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor yang akan diusung pada Pilbup Bogor 2024 mendatang merupakan langkah yang sangat tepat.

"Sebagai kesepakatan awal,  minimal ada dua alasan, pertama, tahapan Pilkada 2024 beririsan dengan tahapan pelaksanaan Pemilu 2024. Terlebih jika pelaksanaan tahapan pungut hitung pada Pilkada 2024 dimajukan bulan September, yang awalnya menurut Undang-Undang No. 10 tahun 2016 dilaksanakan pada 10  November. Sedangkan Hasil perolehan dan penetapan kursi hasil pemilu 2024 baru ditetapkan bulang agustus 2024. Sehingga nyaris tidak ada waktu untuk membangun komunikasi politik untuk kepentingan partai-partai pengusung pasangan calon kepala daerah pada Pilkada 2024. Sedangkan syarat 20% kursi parleman di DPRD Kabupaten untuk bisa mengusung pasangan calon merupakan hasil Pemilu 2024," terang Yusfitriadi.

Kedua, sambung Yusfitriadi pemantik bagi kekuatan politik yang berkepentingan dengan calon yang akan diusung pada Pilkada 2024. Dengan membangun komunikasi politik apapalgi diformalkan dalam bentuk deklarasi tertulis mengusung Cabup Bogor, akan menjadi pemantik baik bagi kekuatan politik elit maupun kekuatan politik di tingkat lokal. 

"Namun walaupun mempunyai beberapa nilai strategis, harus pula diperhitungkan dan diantisipasi berbagai hal yang bisa jadi memunculkan berbagai kerugian, khususnya bagi calon yang diusung sejak dini," ujarnya.

Yusfitriadi menuturkan, di antara nilai yang tidak strategisnya dan itu yakni pertama, perolehan suara dan kursi PAN pada Pemilu 2024. Menurutnya, PAN diprediksi berbagai lembaga survei, pada Pemilu 2024 akan menempati posisi partai menengah bahkan di Kabupaten Bogor cenderung partai menengah ke bawah dalam raihan suara dan kursi pada pemilu 2024. 

"Padahal kita semua tahu bahwa ketika PAN mendeklarasikan Jaro Ade secara dini, salah satu maksudnya adalah berharap PAN bisa mendorong kadernya menjadi wakilnya Jaro Ade. Sehingga dengan prediksi raihan suara PAN pada Pemilu 2024 diprediksi sebagai partai menengah ke bawah akan sangat merugikan Jaro Ade," ucapnya 

Kedua, akan memuncul stigma "mengunci" bagi aktor-aktor politik di tingkat lokal, yang sebetulnya berkeinginan juga mengusung Jaro Ade sebagai calon Bupati Bogor pada Pilkada 2024. 

Ketiga, nantinya akan menjadi sasaran tembak di awal. Tentu saja dalam dinamika politik yang namanya kawan dan lawan selalu mengiringi dialektikanya. 

"Dengan adanya deklarasi sejak dini PAN dan Golkar dalam mengusung Jaro Ade sebagai calon Bupati Bogor akan menjadi sasaran tembak bagi lawan-lawan politik Jaro Ade," sambungnya.

Keempat, ajang Pilpres dan Pileg terlebih dahulu Akan banyak pandangan bahwa Jaro Ade "kegenitan",  karena ditengah semua kekuatan politik diseantero negeri sedang berdinamika dan berdialektika secara "panas" dalam proses Pemilu 2024, ini malah sudah sudah ngurusin Pilbup Bogor 2024. 

"Padahal semua partai politik di semua tingkatan sedang berjibaku memenagkan pasangan calon presiden masing-masing dan berusaha mendongkrak tingkat elektabilitas masing-masing partai politik. Namun demikian, tentu saja saya hanya sebatas menganalisis dan mengingatkan," tukasnya. (reza zurifwan)


Editor : Doni Ramdhani