10 Rumah Rusak Imbas Cuaca Ekstrem di Cisarua dan Parongpong KBB

Puluhan permukiman di Kecamatan Parongpong dan Cisarua Kabupaten Bandung Barat terdampak hujan tinggi disertai angin kencang melanda.

10 Rumah Rusak Imbas Cuaca Ekstrem di Cisarua dan Parongpong KBB
Puluhan permukiman di Kecamatan Parongpong dan Cisarua Kabupaten Bandung Barat terdampak hujan tinggi disertai angin kencang melanda./istimewa

INILAHKORAN.ID – Puluhan permukiman di Kecamatan Parongpong dan Cisarua Kabupaten Bandung Barat terdampak hujan tinggi disertai angin kencang yang mengguyur pada Senin 30 Maret 2026 sore lalu.

Berdasarkan asesmen lapangan yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB), setidaknya 10 unit rumah mengalami kerusakan.

Kepala Bidang Penanganan Bencana Lapangan BPBD KBB, Suheri mengungkapkan, peninjauan yang berlangsung dari sore hari hingga malam hari menemukan bahwa mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap rumah warga.

“Angin kencang yang menyertai hujan merupakan penyebab utama kejadian ini. Beberapa pohon tumbang dan atap dari sejumlah rumah bahkan terbawa angin,” kata Suheri saat dikonfirmasi, Rabu 1 April 2026.

Suheri menyebut, peristiwa Cuaca Ekstrem tersebut dimulai sekitar pukul 14.00 WIB, ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sebagian besar wilayah Bandung Barat.

Kendati berdampak pada struktur bangunan, pihak berwenang menegaskan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

“Warga terdampak berhasil melakukan evakuasi diri dengan cepat saat kondisi cuaca memburuk," sebutnya.

"Kami bersyukur tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan pada bangunan rumah saja,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi Cuaca Ekstrem masih berpeluang terjadi di masa mendatang.

Pasalnya, hujan deras dan angin kencang yang berkelanjutan berisiko memicu bencana tambahan seperti longsor, puting beliung, dan banjir.

“Kami mendorong warga untuk selalu memantau informasi cuaca resmi dari instansi terkait dan melakukan langkah antisipatif guna mengurangi risiko dampak bencana,” tandasnya. ***

 


Editor : JakaPermana