BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Jabar Sepekan ke Depan, Mengintai hingga Awal Mei

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem akan mengintai Jabar hingga awal Mei muali dari hujan deras hingga angin kencang

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Jabar Sepekan ke Depan,  Mengintai hingga Awal Mei
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait cuac sepekan ke depan di Jabar yang akan menghadapai cuaca ekstrem

INILAHKORAN.ID - Potensi cuaca ekstrem masih mengintai wilayah Jawa Barat dalam sepekan ke depan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Rakhmat Prasetia memprakirakan, hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang berpotensi terjadi secara merata hingga awal Mei 2026.

Dalam analisis cuaca periode 19-25 April 2026, BMKG mencatat hujan masih dominan terjadi di berbagai wilayah Jawa Barat, bahkan dengan intensitas lebat hingga ekstrem di sejumlah daerah seperti Kabupaten dan Kota Bogor, Sukabumi, Cianjur, Purwakarta, Subang, Garut, Sumedang, Cirebon, hingga Kuningan.

“Selama sepekan terakhir, masih terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sebagian wilayah di Jawa Barat,” ujar Rakhmat dalam keterangannya, Minggu (26/4/2026).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut dipicu oleh kombinasi faktor atmosfer yang saling menguatkan. Suhu muka laut yang hangat di perairan Indonesia meningkatkan suplai uap air, sementara terbentuknya zona pertemuan angin (konvergensi) mempercepat pertumbuhan awan hujan.

“Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang masih mendukung pertumbuhan awan konvektif yakni suhu muka laut yang hangat di sebagian besar perairan Indonesia yang memicu tingginya suplai uap air,” jelasnya.

Tak hanya itu, kelembapan udara yang tinggi di lapisan 850-500 mb serta labilitas atmosfer dari kategori ringan hingga kuat turut memperbesar peluang terbentuknya awan konvektif dalam skala luas.

Memasuki periode 27 April hingga 3 Mei 2026, kondisi atmosfer diperkirakan belum stabil. BMKG mengidentifikasi sejumlah faktor yang masih akan memicu hujan, termasuk aktifnya gelombang ekuator Rossby serta potensi konvergensi yang meski tidak persisten, tetap signifikan.

“Potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang yang dapat terjadi pada skala lokal dan durasi singkat terdapat di sebagian wilayah,” ungkapnya.

BMKG memetakan potensi hujan hampir merata di Jawa Barat sepanjang pekan. Wilayah utara seperti Bekasi, Karawang, Subang, hingga Indramayu berpotensi terdampak, sementara wilayah tengah dan selatan seperti Bandung Raya, Garut, Tasikmalaya, Ciamis hingga Pangandaran juga masuk dalam zona rawan hujan lebat secara bergiliran.

Melihat kondisi tersebut, BMKG mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang masih tinggi. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

“Masyarakat dan instansi terkait diimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologis seperti hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama perjalanan, dengan rutin memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG seperti situs cuaca, media sosial, maupun aplikasi InfoBMKG.

Dengan dinamika atmosfer yang masih aktif, Jawa Barat dipastikan belum sepenuhnya keluar dari fase cuaca basah. Kewaspadaan menjadi langkah penting untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan. 


Editor : Ahmad Sayuti