Prakiraan Cuaca Jabar: BMKG Peringatkan Potensi Hujan Petir dan Angin Kencang
BMKG merilis prakiraan cuaca Jawa Barat Senin, 21 September 2026. Sejumlah wilayah berpotensi diguyur hujan deras disertai kilat dan angin kencang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Barat merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Jawa Barat pada Senin, 21 September 2026.
Masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan disertai kilat/petir dan angin kencang pada siang hingga menjelang malam hari.
Peringatan Dini BMKG
BMKG mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat di sejumlah daerah untuk mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berskala lokal pada sore hingga menjelang malam hari.
Wilayah yang Perlu Waspada:
Kab. Bogor dan Kota Bogor
Kota Depok
Kab. Sukabumi dan Kota Sukabumi
Kab. Cianjur
Kab. Purwakarta
Kab. Bandung dan Kab. Bandung Barat
Kab. Karawang
Kab. Subang
Rincian prakiraan cuaca Jawa Barat Hari Ini
Pagi Hari (07.00 – 13.00 WIB): Secara umum berpotensi cerah berawan hingga berawan di seluruh wilayah Jawa Barat.
Siang & Sore Hari (13.00 – 19.00 WIB): Berawan. Berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang di wilayah Kab./Kota Bogor, Kota Depok, Kab./Kota Sukabumi, Kab. Cianjur, Kab. Bandung, Kab./Kota Bandung Barat, Kab. Purwakarta, Kab. Karawang, dan Kab. Subang.
Malam Hari (19.00 – 01.00 WIB): Berawan. Berpotensi hujan ringan lokal di sebagian wilayah Kab. Bogor dan Kab. Sukabumi.
Dini Hari (01.00 – 07.00 WIB): Kondisi cuaca diperkirakan didominasi berawan.
Kondisi Suhu, Kelembapan, dan Angin
Suhu Udara: Berkisar antara 18 – 34 °C.
Kelembapan Udara: Antara 45 – 95%.
Arah dan Kecepatan Angin: Bertiup dari arah Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan 5 – 45 km/jam.
Bagi masyarakat yang hendak beraktivitas di luar ruangan pada sore hingga malam hari, diimbau untuk membawa perlengkapan hujan serta selalu waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang atau banjir lokal.
Editor : Firda Rachmawati

