100 Hari Kerja Pemkot Bandung, Mulai dari yang Kecil Tapi Nyata

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin menyebut, bahwa 100 hari ini bukan soal menyelesaikan semua masalah. Tapi lebih kepada cara Pemkot Bandung membuktikan keseriusan dan kesiapan kerja sejak awal.

100 Hari Kerja Pemkot Bandung, Mulai dari yang Kecil Tapi Nyata
100 Hari Kerja Pemkot Bandung, Mulai dari yang Kecil Tapi Nyata

INILAHKORAN, Bandung - Meski istilah “100 Hari Kerja” bukan sesuatu yang wajib dalam dunia birokrasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung justru menjadikannya sebagai momen penting menunjukkan arah dan komitmen sejak hari pertama menjabat.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin menyebut, bahwa 100 hari ini bukan soal menyelesaikan semua masalah. Tapi lebih kepada cara Pemkot Bandung membuktikan keseriusan dan kesiapan kerja sejak awal.

“Ini titik tolak. Kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran kami bukan cuma seremonial. Tapi benar-benar hadir untuk bekerja,” kata Erwin Sabtu 10 Mei 2025.

Ia menegaskan, dalam waktu singkat pun pemerintah bisa menghadirkan program nyata meski dalam skala kecil. Misalnya, penataan Seke Babakan Ledeng, mural di Jalan Lodaya dan Pasar Sisi Walungan (Pasiwal).

“Program ini memang kecil, tapi punya dampak langsung. Dan yang penting, bisa dieksekusi sekarang juga,” ucapnya.

Menurutnya, langkah awal ini bukan proyek acak. Justru dirancang sebagai strategi yang menyentuh banyak aspek kehidupan kota seperti ruang publik, budaya hingga ekonomi lokal.

“Perubahan nggak harus nunggu proyek besar. Justru yang kecil-kecil ini bisa jadi pemicu energi positif di masyarakat,” ujar dia.

Erwin juga menekankan, bahwa ini semua bagian dari upaya membangun kepercayaan publik. “Kami nggak mau sekadar janji-janji. Kami ingin tunjukkan komitmen sejak awal,” jelasnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Didi Ruswandi menyoroti, soal pengelolaan air hujan. Reboisasi di wilayah hulu jadi salah satu strategi utama, yang ditopang dengan pembangunan kolam retensi di wilayah hilir.

“Reboisasi penting, tapi kita juga siapkan tampungan air seperti kolam retensi. Ini langkah jangka menengah dan panjang,” kata Didi Ruswandi.

Ia mengakui, proses ini tak mudah. Butuh waktu dan kerja sama banyak pihak. Tapi pihaknya optimis, hasilnya akan terasa jika dilakukan konsisten. ***


Editor : Firda Rachmawati