2.000 Jemaat Bakal Padati Gereja Santo Ignatius Baros untuk Misa Natal
Panitia Misa Natal di Gereja Santo Ignatius Baros memprediksi 2.000 Jemaat bakal hadir.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Jelang pelaksanaan Misa Natal, Gereja Santo Ignatius Baros di Kota Cimahi memasuki tahap penyempurnaan akhir persiapan.
Panitia menegaskan kesiapan hampir menyeluruh, mulai dari teknis ibadah, pengamanan berlapis, hingga antisipasi lonjakan jemaat yang diperkirakan mencapai hampir 2.000 orang pada sesi utama.
Ketua Panitia Pelaksana Gereja Ignatius Baros, Maria Luciana Tri Catur mengatakan bahwa semua persiapan internal dan eksternal sudah mendekati lengkap.
“Saat ini kami sudah tahap finishing. Tadi ada pengecekan listrik, Kapolsek juga sudah mengecek langsung, dan kemarin unit K9 juga melakukan sterilisasi lokasi,” kata Maria Rabu 24 Desember 2025.
Kendati demikian, ungkap Maria, baik area dalam maupun luar gereja, pihaknya sudah siap menerima jemaat dengan segala fasilitas yang dibutuhkan.
Pihaknya memprediksi jumlah jemaat akan meningkat signifikan pada hari Natal. Untuk misa utama yang digelar hari Jumat mendatang, total jemaat diperkirakan mencapai 1.900 hingga 2.000 orang, dengan rincian 1.500 di area luar dan 300-400 di dalam gereja yang dilengkapi bangku cadangan.
"Untuk mengurai kepadatan, panitia mengatur jadwal misa secara berlapis, hari pertama dilakukan dalam 2 sesi, yakni pukul 05.00 WIB dan 09.00 WIB dan keesokan hari dalam 3 sesi, yakni 06.00 WIB, 09.00 WIB, dan 17.00 WIB," ungkapnya.
Maria menilai, perayaan Natal tahun ini tidak hanya merayakan kelahiran Yesus, tapi juga diwarnai dengan doa khusus yang merespons musibah bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Menurutnya, empati dan cinta kasih umat akan difokuskan kepada saudara-saudara yang terdampak.
“Apalagi melihat kondisi Indonesia yang sedang banyak musibah, kami mendoakan saudara-saudara di Aceh dan Sumatera. Doa ini bukan cuma simbolis, tapi menjadi bagian khusus dalam rangkaian ibadah,” tuturnya.
Untuk memastikan perayaan aman dan kondusif, panitia menyiapkan skema pengamanan berlapis dengan melibatkan berbagai unsur.
“Kami punya pengamanan internal dari satpam gereja, mengatur parkir, dan bersinergi dengan Banser, Linmas Kelurahan, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas,” jelasnya.
Sebagai langkah preventif, pemeriksaan barang bawaan jemaat akan dilakukan di dua pintu masuk utama. Panitia juga mengimbau jemaat agar tidak membawa tas atau aksesori berlebihan.
“Pemeriksaan demi keamanan bersama, jadi harap maklum dan berkooperasi,” pungkasnya.***
Editor : Bsafaat

