2021 Tahun Terlaris! Ternyata, Piringan Hitam Jadi Barang Antik Buruan Kaum Generasi Z
Tahun 2021 jadi tahun terlaris penjualan piringan hitam dibandungkan 30 tahun terakhir. Yang sering belanja, justru kaum Generasi Z.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Vinyl atau piringan hitam kian menjadi incaran. Pada 2021 menjadi tahun terlaris penjualan rilisan fisik format tersebut dibandingkan 30 tahun terakhir.
British Phonographic Industry (BPI) mencatat, lebih dari lima juta piringan hitam terjual tahun ini. Angka tersebut meningkat 8 persen dari tahun 2020 lalu.
Dengan catatan itu, penjualan format piringan hitam selalu meningkat dalam kurun waktu 14 tahun kebelakang.
Adapun penjualan album paling laris pada 2021, yaitu ABBA‘s comeback record ‘Voyage’, while Adele‘s huge ’30’ and Sam Fender‘s ‘Seventeen Going Under’.
Baca Juga: Hotman Paris Siapkan Bonus Rp1 Miliar, Netizen: Langsung Jadi Sponsor Klub Bola Liga 1
Kepala eksekutif BPI, Brit Awards dan Mercury Prize, Geoff Taylor mengatakan berkaca pada statistik tersebut, pihaknya menilai saat ini adalah waktu yang tepat bagi penggemar musik untuk menikmati lagu dari berbagai format.
“Berkat investasi label rekaman ke dalam musik dan bakat baru, penggemar dapat membeli dan mengumpulkan musik yang paling mereka sukai di piringan hitam, CD, dan bahkan kaset, sambil juga menikmati akses ke lebih dari 70 juta lagu untuk streaming secara instan kapan pun dan seberapa sering mereka mau, di gilirannya memungkinkan generasi baru seniman untuk menciptakan musik dan mempertahankan karir yang sukses di pasar global,” katanya dilansir dari NME.
Baca Juga: Disindir Jadi Artis Dadakan Lewat Jalur Musibah, Ini Tanggapan Santai Fuji
Selain itu, hadir pula sebuah studi yang menemukan bahwa generasi Z cendrung lebih sering 'jajan' piringan hitam disandingkan generasi milenial. Hal itu diketahui setelah MRC Data melakukan survei kepada responden di atas 13 tahun.
Pada survei tersebut, responden ditanyai mengenai pengaruh, inspirasi, dan pembelian album musik mereka selama dua pekan. Hasilnya, sebanyak 15 persen responden Generasi Z atau orang yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 mengklaim telah membeli album vinil dalam 12 bulan sebelumnya.
Kampanye seperti LoveRecordStores , Record Store Day dan National Album Day juga membantu menggalang penjualan untuk toko kaset independen dan rantai spesialis.
Baca Juga: GRATIS! Link Live Streaming Final Piala AFF, Indonesia vs Thailand Hari Ini 29 Desember 2021
Kendati demikan, kebangkitan rilisan fisik format piringan hitam ini memunculkan pula permasalahan, khususnya mengenai backlogs and delays. Terdapat laporan, lebih dari 500.000 eksemplar album baru Adele bertajuk '30' yang telah dicetak, berakibat simpanan besar dan masalah di jalur produksi bagi pihak lain yang juga akan mencetak album format tersebut.
MD dari pialang manufaktur vinil di seluruh dunia Sound Performance Chris Marksberry menilai, permasalahan mengenai produksi piringan hitam akan selalu ada.
Baca Juga: Usai Dijewer Gegara Tak Tepuk Tangan, Pelatih Biliar Ini Sebut Gubernur Edy Rahmayadi Gila Hormat
“Ketika permintaan menjadi lebih besar, orang memesan lebih banyak sehingga pesanan awal semua orang akan lebih besar daripada 12 bulan yang lalu,” katanya.***(Rianto Nurdiansyah)
Editor : inilahkoran

