5 Fakta Tragis Kematian Satpam Waduk Jatiluhur yang Tewas dengan Tangan Diborgol
Kasus kematian satpam Waduk Jatiluhur menggegerkan Purwakarta. Berikut 5 fakta lengkap penemuan jasad Sumarna
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Penemuan jasad seorang petugas keamanan (security) di area Danau/Tanggul Ubrug, Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menggegerkan warga setempat.
Korban bernama Sumarna (40) ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi kedua tangan terikat borgol di bagian belakang.
Polisi hingga kini terus mendalami kasus penemuan mayat tersebut untuk mengungkap dugaan tindak pidana di balik kematian korban.
Berikut adalah 5 fakta penting di balik tragedi kematian satpam Waduk Jatiluhur:
1. Hilang Kontak Saat Tugas Piket Malam
Sebelum ditemukan tewas, korban diketahui sedang menjalankan tugas piket malam untuk menjaga area objek vital Waduk Jatiluhur. Korban dilaporkan hilang kontak sejak Jumat 24 Juli 2026 dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Rekan-rekan kerjanya yang curiga langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi penugasan.
2. Jasad Mengapung dalam Kondisi Tangan Terborgol
Setelah dilakukan pencarian beberapa jam, jasad Sumarna ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB di tepian danau area Tanggul Ubrug.
Saat dievakuasi, korban masih mengenakan seragam dinas satpam lengkap. Namun, fakta mengejutkan terungkap saat petugas melihat kedua tangan korban dalam posisi terborgol ke belakang.
3. Sempat Menegur Pelaku Vandalisme
Berdasarkan informasi yang dihimpun dan penelusuran pihak kepolisian, korban diduga sempat menegur sekelompok orang yang hendak atau sedang melakukan aksi coret-coret (vandalisme) di area dinding tanggul Waduk Jatiluhur beberapa saat sebelum ia hilang kontak.
4. Unggahan Terakhir di Status WhatsApp Jadi Petunjuk
Sebelum kejadian, Sumarna sempat mengunggah foto aksi vandalisme di salah satu sudut tanggul Waduk Jatiluhur pada status WhatsApp miliknya.
Dalam unggahan tersebut, korban juga menyisipkan pesan meminta agar coretan-coretan dinding tersebut segera dibersihkan. Status ini kini menjadi salah satu petunjuk penting bagi pihak berwajib.
5. Kepolisian Lakukan Autopsi dan Periksa Saksi
Mengingat adanya indikasi kuat tindak kejahatan akibat kondisi tangan korban yang terborgol, Tim Inafis Polres Purwakarta langsung mengamankan barang bukti di lokasi, termasuk sepeda motor dan alat komunikasi (handy talkie) milik korban.
Jenazah korban yang sempat dibawa ke RSUD Bayu Asih Purwakarta selanjutnya dirujuk ke RS Sartika Asih Bandung untuk menjalani proses autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengusut tuntas motif di balik peristiwa misterius ini.
Editor : Firda Rachmawati

