50 Persen Industri Kerajinan Mebel Jabar Terdampak Pandemi, HIMKI Bandung dan Priangan Fokus Go Digital

Bisnis kerajinan dan mebel di Jabar turut terdampak di masa Pandemi Covid-19. Berdasarkan catatan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Bandung dan Priangan, sekitar 50 persen perajin di sektor tersebut gulung tikar. 

50 Persen Industri Kerajinan Mebel Jabar Terdampak Pandemi, HIMKI Bandung dan Priangan Fokus Go Digital
Istimewa

INILAH, Bandung- Bisnis kerajinan dan mebel di Jabar turut terdampak di masa Pandemi Covid-19. Berdasarkan catatan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Bandung dan Priangan, sekitar 50 persen perajin di sektor tersebut gulung tikar. 

Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Bandung dan Priangan Anton Dwinanto mengatakan, turunnya daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor perajin mengalami kolaps. 

“Di Jabar itu ada dua sentra yaitu Cirebon dan Bandung. DI Cirebon itu sekitar 25-35 persen kolaps. Bandung sendiri sampai 50 persen. Ada yang alih usaha, dan ada yang berhenti dulu,” ujar Anton usai Musda HIMKI Bandung dan Priangan ke-1 di Hotel Santika Jalan Sumatra, Kota Bandung, Kamis (25/3/2021).

Menurut dia, karakteristik pengusaha kerajinan dan mebel itu berbeda sehingga ada yang mempu bertahan, tapi ada juga yang kolaps ketika pandemi. Mereka yang bertahan karena sebelumnya sudah terikat kontrak kerja dalam jangka panjang dengan mitra. Sementara yang ambruk terpaksa banting stir dengan usaha jenis lain yang tidak jauh dari dunianya.

Namun saat ini, menurut Anton, industri kerajinan dan mebel perlahan mulai bergeliat kembali. Itu seiring adanya perubahan yang disesuaikan dengan kondisi terakhir, seperti inovasi dalam penjualan. Di mana Pengusaha dipaksa memahami sistem penjualan digital.

“Kita dipaksa menemukan cara baru yang ternyata lebih optimal yaitu sistem digital," ucapnya. 

Diketahui, dalam Musda ke-1 HIMKI Bandung Priangan bertema “Menjadi Lokus Terdepan Basis Produksi Industri Kreatif Nasional dalam Sinergi Organisasi yang Solid dan Mandiri”, Anton Dwinanto terpilih sebagai ketua untuk periode 2021-2024. Sebelumnya, HIMKI Bandung Priangan dipimpin Elina Farida Eksan.

Anton menyampaikan, memang belum seluruh perajin dapat mengaplikasikan strategi penjualan produk dengan sistem digital. Karena itu, hal tersebut bakal menjadi fokus bagi pengurus periode berikut untuk menyiapkan anggota dalam model digital ini. 

"Kalau dulu manual, ketemu klien, lewat telepon, kita kirim. Sekarang harus punya sistem persediaan yang benar, distribusi, dan tidak bertemu langsung klien,” katanya.  

Selain itu, pada periode kepengurusannya pun memiliki target memperluas wilayah kerja di Jabar berdasarkan sentra. Wilayah baru tersebut meiputi Garut, Tasikmalaya, Subang, dan Sukabumi.

"Karena banyak macam sentranya, ini PR besar untuk buat skema. Intinya harus mendeteksi potensi sentra-sentra baru yang bergerak di bidang kerajinan dan mebel di Jawa Barat. Hal ini demi mendorong pertumbuhan sektor industri kreatif bidang kerajinan baru. Juga kita akan terus membangun sinergi bersama lembaga, organisasi dan asosiasi lain yang memiliki visi dan misi serta perhatian yang serius terhadap pelaku UMKM yang membutuhkan pendampingan dalam aspek desain, peningkatan kapasitas produksi dan pemasaran serta  aspek legalitas usaha,” katanya. (riantonurdiansyah) 
 


Editor : Bsafaat