500 KK Warga Sukamulya Pakenjeng Garut Butuh Bantuan Pangan

Sekitar 500 kepala keluarga (kk) petani setara 2.500 jiwa warga Kampung Sawah Gunung Desa Sukamulya Kecamatan Pakenjeng selatan Kabupaten Garut mendesak mendapatkan pasokan bantuan bahan pangan pokok.

500 KK Warga Sukamulya Pakenjeng Garut Butuh Bantuan Pangan

INILAH, Garut,- Sekitar 500 kepala keluarga (kk) petani setara 2.500 jiwa warga Kampung Sawah Gunung Desa Sukamulya Kecamatan Pakenjeng selatan Kabupaten Garut mendesak mendapatkan pasokan bantuan bahan pangan pokok. Pasalnya, mereka kehilangan penghasilan karena tak bisa menggarap lahan pertaniannya yang kekeringan akibat kemarau ekstrim tahun ini. Sedangkan mendapatkan pekerjaan lain saat ini sangat susah.

"Warga umumnya buruh tani. Jadi, ketika lahan garapannya tak bisa diolah karena kekeringan, otomatis mereka kehilangan penghasilan. Mereka sangat rentan mengalami rawan daya beli. Sementara untuk beralih profesi sulit karena sukarnya mencari pekerjaan sekarang ini," kata tokoh masyarakat yang juga mantan Kepala Desa Sukamulya Dedi Sumantri, Senin (7/10/2019).

Karenanya, Dedi berharap ada bantuan segera dari Pemkab Garut berkaitan pemenuhan kebutuhan pokok pangan warga Kampung Sawah Gunung itu.

Sementara itu, Kepala Bidang Jaminan Perlindungan Sosial Dinas Sosial, Garut Heri Gunawan mengatakan, pihaknya belum bisa menentukan sikap karena belum ada laporan dari pemerintah kecamatan setempat mengenai adanya ratusan warga Desa Sukamulya Pakenjeng membutuhkan bantuan bahan pokok segera karena rawan daya beli akibat kekeringan.“Belum ada laporan soal itu,” ujarnya, Senin (7/10/2019).

Berkaitan banyaknya warga petani di Garut terancam rawan daya beli akibat kekeringan, Dinas Sosial Garut sendiri telah menyalurkan bantuan beras terhadap sebanyak 3.013 kepala keluarga (KK), setara 11.959 jiwa korban bencana kekeringan akibat kemarau 2019 di Kabupaten Garut. Termasuk ratusan warga relokasi korban bencana pergerakan tanah di Desa Sindangsari Kecamatan Cisompet selatan Garut.

“Warga di Sindangsari ini, jangankan musim kemarau seperti sekarang. Di musim hujan pun, tanah pertanian mereka enggak bisa digarap karena kondisinya berbahaya, rusak, belah-belah akibat pergerakan tanah yang terus berlangsung,” kata Heri.

Sebanyak 3.013 KK rawan daya beli terdampak kekeringan mendapatkan bantuan beras itu tersebar di 15 desa, dan dua kelurahan di 7 wilayah kecamatan. Kebanyakan berada di wilayah selatan Garut, meliputi Kecamatan Cisompet, Pameungpeuk, Cikelet, Mekarmukti, dan Kecamatan Pakenjeng. Sedangkan dua kecamatan lagi di wilayah tengah meliputi Kecamatan Garut Kota, dan Kecamatan Karangpawitan.

Warga terbanyak terancam rawan daya beli akibat kekeringan tersebut terdapat di Kecamatan Cikelet sebanyak 971 KK, setara 3.484 jiwa, tersebar di Desa Karangsari, dan Desa Ciroyom. Disusul warga di Kecamatan Mekarmukti mencapai sebanyak 641 KK, setara 2.656 jiwa, tersebar di Desa Cijayana, Mekarmukti, Karangwangi, Jagabaya, dan Desa Mekarsari.(zainul mukhtar)

 


Editor : Ghiok Riswoto