5,4 Juta Warga Somalia Terancam Kelaparan Akut Akhir Tahun
Sekitar 5,4 juta warga Somalia diperkirakan menghadapi kerawanan pangan akut Fase 3 atau lebih buruk pada Oktober-Desember 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sekitar 5,4 juta warga Somalia diperkirakan menghadapi kondisi kerawanan pangan akut tingkat krisis atau lebih buruk pada Oktober hingga Desember 2026.
Perkiraan tersebut disampaikan dalam pernyataan bersama Pemerintah Somalia dan Program Pangan Dunia (WFP) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dirilis pada Rabu.
"Selama periode proyeksi, kerawanan pangan diperkirakan memburuk, dengan sekitar 5,4 juta orang (28 persen dari populasi yang dianalisis) kemungkinan menghadapi kondisi Fase 3 kerawanan pangan akut (AFI) atau lebih tinggi menurut IPC," demikian pernyataan tersebut.
Kondisi itu terutama dipicu oleh meningkatnya perpindahan penduduk akibat banjir, kekeringan, dan konflik.
Integrated Food Security Phase Classification (IPC) membagi tingkat kerawanan pangan akut ke dalam lima fase. Fase 3 hingga Fase 5 menunjukkan kondisi kekurangan pangan akut, dengan Fase 5 merupakan kondisi paling parah yang dikategorikan sebagai kelaparan atau katastrofik.
Laporan tersebut memperkirakan sekitar 1,5 juta orang akan berada dalam Fase 4 atau kondisi darurat.
Sementara itu, sekitar 26.000 pengungsi internal di Kota Baidoa diperkirakan masuk Fase 5. Kondisi tersebut ditandai dengan kelaparan dan runtuhnya mata pencaharian.
Risiko memburuknya krisis pangan juga berkaitan dengan potensi curah hujan tinggi akibat fenomena iklim El Nino yang dapat memicu banjir secara luas di sejumlah wilayah Somalia.
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Somalia, sekitar 2,5 juta hingga 3,5 juta orang berpotensi terdampak banjir.
Selain itu, sekitar 1 juta penduduk diperkirakan berisiko terpaksa meninggalkan wilayah pertanian dan peternakan mereka akibat dampak banjir tersebut.
Situasi ini berpotensi semakin menekan ketahanan pangan masyarakat Somalia, terutama kelompok yang sebelumnya telah terdampak konflik, kekeringan, dan perpindahan penduduk.***
Editor : JakaPermana

