Viral! Keluarga Kapten MT Honour 25 Ashari Samadikun Disandera Perompak Somalia

Keluarga Kapten MT Honour 25, Ashari Samadikun, mengunggah foto terbaru kondisi kru yang disandera perompak Somalia per 12 Juni 2026.

Viral! Keluarga Kapten MT Honour 25 Ashari Samadikun Disandera Perompak Somalia
Viral! Keluarga Kapten MT Honour 25 Ashari Samadikun Disandera Perompak Somalia

INILAHKORAN.ID - Sebuah unggahan dari akun media sosial milik orang tua Kapten Kapal MT Honour 25, Ashari Samadikun, mendadak viral

Dalam unggahan bertanggal 12 Juni 2026 tersebut, pihak keluarga membagikan potret terbaru kondisi para awak kapal yang tengah disandera oleh kelompok perompak bersenjata di perairan Somalia.

​Melalui akun @moh.aksa, ayah dari Kapten Ashari Samadikun menyampaikan permohonan terbuka kepada seluruh lapisan masyarakat, pemuka agama, hingga pejabat berwenang agar turut membantu keselamatan dan proses pembebasan sang putra beserta krunya.

​"Saya adalah orang tua dari Ashari Samadikun, Kapten Kapal MT Honour 25 yang hingga saat ini masih berada dalam penyanderaan setelah kapal yang dipimpinnya dibajak di perairan Somalia," tulis akun tersebut dalam keterangan fotonya.

​Potret Mencekam Kru MT Honour 25 di Bawah Jagaan Perompak Somalia

​Dalam umggahan tersebut bertuliskan "SOMALIA, 12 JUNE 2026", terlihat sejumlah kru kapal duduk berjejer di atas dek kapal tanker. 

Di sekeliling mereka, tampak beberapa anggota perompak Somalia berdiri tegak sambil memegang senjata laras panjang dan peluncur roket (RPG).

​Meskipun situasi di atas kapal terlihat sangat menegangkan dan tidak menentu, pihak keluarga terus memanjatkan doa agar seluruh awak kapal diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan menghadapi ujian berat ini.

​"Besar harapan dan berdoa semoga Allah SWT segera membukakan jalan terbaik, sehingga anak kami beserta seluruh awak kapal dapat segera dibebaskan dan kembali berkumpul dengan keluarga masing-masing dalam keadaan sehat dan selamat," lanjut pernyataan tersebut.

​Keluarga Minta Atensi Khusus dari Pemerintah Republik Indonesia

​Selain meminta dukungan doa dari masyarakat luas, keluarga Kapten Ashari Samadikun juga mengetuk hati para pejabat berwenang serta pihak-pihak yang memiliki akses diplomasi maritim internasional. Mereka berharap Pemerintah Republik Indonesia memberikan perhatian ekstra terhadap kasus penyanderaan yang telah berjalan sejak akhir April lalu ini.

​"Kami juga memohon bantuan kepada siapa pun yang memiliki kesempatan, akses, atau hubungan dengan pihak-pihak terkait maupun pejabat yang berwenang... Besar harapan kami agar peristiwa ini mendapat perhatian serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Republik Indonesia, sehingga upaya pembebasan para awak kapal dapat segera terwujud," tulisnya penuh harap.


Editor : Firda Rachmawati