7 Cara Cerdas Memanipulasi Otak Agar Otomatis Makan Lebih Sehat

Ternyata, rahasia makan lebih sehat tidak selalu soal niat atau memaksakan diri pantang makanan enak. Otak dan pancaindra seringkali dikerjai lingkungan.

7 Cara Cerdas Memanipulasi Otak Agar Otomatis Makan Lebih Sehat
Tanpa kita sadari, otak dan pancaindra kita seringkali dikerjai lingkungan sekitar yang bikin kita gampang tergiur makan berlebihan. (ilustrasi/net)

INILAHKORAN.ID - Ternyata, rahasia makan lebih sehat tidak selalu soal niat atau memaksakan diri pantang makanan enak. Tanpa kita sadari, otak dan pancaindra kita seringkali dikerjai lingkungan sekitar yang bikin kita gampang tergiur makan berlebihan.

Anda bisa memanfaatkan trik pancaindra ini untuk memanipulasi balik otak Anda sendiri. Charles Spence, seorang psikolog sains makanan dari Universitas Oxford, menjelaskan kita sebenarnya tidak cuma mengecap rasa lewat lidah. otak kita sudah membentuk ekspektasi bahkan sebelum makanan itu masuk ke mulut—mulai dari apa yang kita lihat, dengar, sentuh, sampai cium.

Melansir dari riset para ahli dikutip dari https://www.bbc.com/future/article/20260605-how-to-trick-yourself-into-eating-better, berikut tujuh trik cerdas "meretas" pancaindra agar Anda bisa makan lebih sehat tanpa merasa tersiksa:

1. Waspadai Kemasan Makanan yang Mewah

Mata adalah pintu utama yang mengarahkan pilihan makanan kita. Makanan dengan kemasan atau warna yang mencolok secara visual jauh lebih gampang memikat otak.

Selain itu, warna kemasan berpengaruh besar pada persepsi kita. Makanan bersampul warna cokelat, hijau, atau putih biasanya terkesan lebih sehat. Sebaliknya, warna merah, kuning, ungu, atau kemasan yang berkilau cenderung mengidentifikasikan makanan manis dan gurih yang mengundang selera.

Caranya, pindahkan camilan manis atau kue kering dari kemasannya yang berwarna-warni ke dalam wadah atau toples yang kedap cahaya (buram). Cara sederhana ini efektif menyembunyikan godaan visual yang sering memicu keinginan ngemil tanpa rencana.

2. Jangan Hanya Melihat ke Satu Tempat Saja

Pengelola toko memanfaatkan prinsip kecenderungan manusia memilih jalur termudah (principle of least effort). Makanan tinggi lemak, garam, dan gula sering ditaruh tepat di rak sejajar mata atau di dekat area kasir agar memicu impulse buying (pembelian impulsif).

Caranya, saat belanja bulanan, luangkan waktu untuk melihat rak bagian paling atas atau paling bawah. Di sanalah biasanya pilihan makanan yang lebih sehat dan terjangkau tersembunyi.

3. Pakai Mangkuk dan Alat makan yang Lebih Berat

Bukan cuma tampilan, bobot wadah makanan pun memegang peranan penting. Riset menunjukkan bahwa saat orang makan menggunakan mangkuk atau wadah yang lebih berat, otak mereka secara otomatis memperkirakan bahwa makanan tersebut akan lebih mengenyangkan—bahkan sebelum makanan itu dicicipi.

Efek serupa juga berlaku pada sendok dan garpu. Penggunaan alat makan yang lebih berbobot terbukti memberikan kepuasan lebih saat menyantap hidangan.

4. Sulap Tampilan Piring Jadi Lebih Cantik

Seni penyajian makanan bukan cuma urusan restoran mewah. Tampilan visual makanan yang ditata rapi dan kaya warna terbukti meningkatkan selera terhadap bahan makanan yang rendah kalori.

5. Putar Musik Berirama Lambat saat makan

Suara adalah elemen tersembunyi yang bisa mengubah cara kita menikmati hidangan, sebuah konsep yang dikenal dengan istilah sonic seasoning. Musik berirama lambat terbukti secara tidak langsung membuat kita mengunyah dan makan lebih lambat. makan tanpa terburu-buru ini efektif memberi waktu bagi otak untuk menangkap sinyal kenyang, sehingga jumlah kalori yang masuk jadi lebih terkontrol.

6. Akali Porsi Makanan dengan Bermain Volume

Rahasia menurunkan asupan kalori tanpa perlu menahan lapar ternyata ada pada permainan volume makanan, atau yang dalam dunia medis dikenal dengan istilah kepadatan energi (energy density). otak manusia pada dasarnya sudah terbiasa makan dengan porsi atau jumlah fisik yang sama. Artinya, perut Anda akan merasa kenyang berdasarkan seberapa penuh piring tersebut, bukan dari seberapa banyak kalori yang masuk ke tubuh.

Caranya, anda bisa mengurangi kalori masakan hingga 25% tanpa mengubah porsi maupun rasanya. Caranya, tambahkan olahan sayuran yang dihaluskan (seperti kembang kol atau bayam) ke dalam adonan masakan. Porsinya tetap terlihat padat dan mengenyangkan, tapi kalori yang masuk jauh lebih sedikit.

7. Hati-Hati dengan Fenomena "Ruang Khusus Dessert"

Pernah merasa kenyang luar biasa, tapi mendadak punya "ruang tersisa" saat melihat piring berisi kue cokelat atau es krim? Ini adalah fenomena nyata bernama dessert-stomach effect.

Rasa lapar kerap bukan dipicu kebutuhan fisik tubuh, melainkan rangsangan visual dan aroma di sekitar kita. Hanya dengan melihat bentuk dessert yang menarik, otak secara otomatis mengabaikan sinyal kenyang yang dikirim oleh perut. Mengakui bahwa keinginan ini hanyalah "trik visual" otak bisa membantu Anda berpikir dua kali sebelum meraih sendok dessert tersebut.

makan sehat ternyata tidak melulu soal menahan lapar, melainkan bagaimana kita dapat mengatur lingkungan sekitar. Dengan menata isi piring, memilih wadah makan yang tepat, hingga memutar alunan musik yang pas, kita bisa menuntun diri sendiri menuju gaya hidup yang lebih sehat tanpa rasa tertekan.


Editor : Doni Ramdhani