7 Pertandingan Persib Selalu Kebobolan, Ini Alasan Luis Milla

Jumlah kebobolan ini menjadi yang terbesar dialami Persib dibandingkan empat peserta penghuni papan atas klasemen sementara Liga 1 2022/2023

7 Pertandingan Persib Selalu Kebobolan, Ini Alasan Luis Milla
Persib memiliki jumlah kebobolan sebanyak 42 gol dari 32 pertandingan yang telah dilakoni di Liga 1 2022/2023. Jumlah kebobolan ini men

INILAHKORAN, Bandung - Pelatih Persib Bandung, Luis Milla tak memungkiri saat ini timnya kerap kebobolan dalam mengarungi Liga 1 2022/2023. Setidaknya, terjadi dalam tujuh pertandingan terakhir. 

Alhasil saat ini, Persib memiliki jumlah kebobolan sebanyak 42 gol dari 32 pertandingan yang telah dilakoni di Liga 1 2022/2023.

Jumlah kebobolan ini menjadi yang terbesar dialami Persib dibandingkan empat peserta penghuni papan atas klasemen sementara Liga 1 2022/2023. Baik itu PSM Makassar, Persija Jakarta maupun Borneo FC Samarinda.

Luis Milla beralasan bahwa hal itu terjadi karena gaya bermain Persib yang fokus pada serangan. Sehingga clean sheet pun sulit untuk didapatkan.

"Itu adalah gaya bermain kami dan kami ingin menjadi tim yang fokus bermain menyerang, banyak menguasai bola di area pertahanan lawan. Kami ingin sebisa mungkin mampu menguasai bola dan bermain menyerang. Jadi normal saat kami harus kebobolan," ungkap Luis Milla

Namun, pelatih asal Spanyol ini merasa bahwa set piece merupakan faktor utama timnya kerap kebobolan. Seperti yang terjadi di laga sebelumnya melawan Persis Solo. 

Saat itu, Persis Solo membuka keunggulan melalui set piece Jaimerson Xavier. Beruntung Persib mampu membalikan keadaan hingga berhasil menang dengan skor 3-1. 

"Kami tidak kecolongan dari open play, tapi banyak kecolongan dari set piece," tegasnya.

Karena itu, ia memastikan akan terus memperbaiki kinerja para pemainnya. Sebab dalam 3-4 bulan sebelumnya, Persib jarang kebobolan dari set piece. 

"Tapi untuk saat ini mungkin karena tim mulai kelelahan, fokus di pertandingan menurun, karena jarak antar laga hanya 3, 4 atau 5 hari, jedanya terlalu sebentar dan itu tidak mudah. Jadi itu konsep yang harus kami perbaiki," pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)


Editor : Ahmad Sayuti