7 Produk UKM Hasil Karya Perempuan Kabupaten Bandung Tampil di Ajang Inacraft 2026

tujuh usaha kecil menengah (UKM) asal Kabupaten Bandung ikut serta di ajang tahunan pameran kerajinan tangan terbesar se-Asia Tenggara Inacraft 2026

7 Produk UKM Hasil Karya Perempuan Kabupaten Bandung Tampil di Ajang Inacraft 2026

INILAHKORAN.ID- Sedikitnya tujuh usaha kecil menengah (UKM) asal Kabupaten Bandung ikut serta di ajang tahunan pameran kerajinan tangan terbesar se-Asia Tenggara Inacraft 2026, di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan Jakarta. 

Ketujuh UKM tersebut antara lain Zelia (fashion muslim)-Lia, Decopage (produk kriya)-Dewi, Batiqyunik (produk bordir manual)-Safa, Florita (produk rajut)-Ririn, T'Qis (produk rajut handmade)-Netty, Padaringan (produk tenun)-Rini, dan ketujuh, Blazer Ibun (produk blazer berbahan tenun) Yanti.

Ketujuh peserta tersebut adalah perempuan, sesuai tema Inacraft kali ini “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft”, yang lebih menonjolkan karya perempuan.

Ketujuh peserta mendapatkan perhatian khusus dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bandung Emma Dety Permanawati yang  hadir menyaksikan langsung dan memberikan support. 

Emma Dety didampingi para kader Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung dan PKK kecamatan, turut mendukung peserta Inacraft Kabupaten Bandung dengan berkunjung both-nya masing-masing dan berbelanja produk-produk Kabupaten Bandung.

Produk-produk lokal dari Kabupaten Bandung yang dipamerkan tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga memiliki desain yang kreatif dan menarik.

"Perajin atau UKM peserta INACRAFT asal Kabupaten Bandung di Inacraft ini merupakan UKM terpilih yang telah lolos seleksi dan dikurasi sebelumnya, sehingga mereka diharapkan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional," kata Emma Dety, Sabtu 7 Februari 2026.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindutrian (Disperdagin) Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah mengatakan, melalui INACRAFT ini produk unggulan Kabupaten Bandung diharapkan dapat dipromosikan di pasar global. Apalagi menurutnya produk UKM  Kabupaten Bandung tidak diragukan lagi kualitasnya.

Pada kesempatan tersebut Emma Dety juga memperkenalkan Batik Kina sebagai produk khas motif batik asal Kabupaten Bandung.

"Alhamdulillah sejak tahun 2021, Batik Kina ini sudah menjadi motif batik resmi Kabupaten Bandung,” ujar Emma.

Emma menuturkan, Motif Batik Kina desainnya berupa daun kina yang merupakan pepohonan yang banyak tumbuh di Kabupaten Bandung sejak zaman pendudukan Belanda yang dipakai sebagai bahan obat malaria. 

"Dulu pada jaman pendudukan Belanda, Pohon Kina ini memiliki perkebunan khusus di Gambung Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung,"katanya.

Bahkan hingga kini pohon kini menjadi salah satu simbol dalam logo Pemerintah Kabupaten Bandung, selain Gunung Tangkuban Parahu dan Sungai Citarum.


Editor : Ahmad Sayuti