77 Tunawisma Terjaring Dinsos Kota Bandung, Mayoritas 'Cicing' di Simpang Lima hingga Masjid Agung Bandung
Sebanyak 77 tunawisma diamankan tim gabungan Pemkot Bandung. Selain Dinas Sosial (Dinsos), operasi penertiban itu dilakukan Satpol PP, Dinas Kebakaran dan Penyelamatan, DLH, camat setempat, serta relawan dan pekerja sosial.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sebanyak 77 tunawisma diamankan tim gabungan Pemkot Bandung. Selain Dinas Sosial (Dinsos), operasi penertiban itu dilakukan Satpol PP, Dinas Kebakaran dan Penyelamatan, DLH, camat setempat, serta relawan dan pekerja sosial.
Kepala Dinsos Kota Bandung Yorisa Sativa mengatakan, jumlah tunawisma yang diamankan terbanyak berada di kawasan Simpang Lima hingga Masjid Agung Bandung. Terhitung mencapai 39 orang.
Sisanya, dia menyebutkan para tunawisma itu banyak ditemukan di Jalan Muhammad Toha, Jalan Pungkur, serta kawasan Alun-alun dan Jalan Asia Afrika.
"Dari total 77 orang tunawisma yang dijangkau itu mayoritas laki-laki sebanyak 65 orang, sedangkan perempuan berjumlah 12 orang," kata Yorisa, Jumat 16 Januari 2026.
Menurutnya, berdasarkan kategorinya kelompok pemulung menjadi yang terbanyak dengan 36 orang. Disusul gelandangan sebanyak 31 orang, pengemis 4 orang, lansia terlantar 3 orang, serta anak terlantar 3 orang.
Yorisa menjelaskan, sebagian besar para tunawisma itu berasal dari Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, masing-masing sebanyak 20 orang.
Namun, terdapat pula pendatang dari berbagai daerah lain seperti Cianjur, Garut, Kabupaten Bandung Barat, Klaten, Magetan, Lampung, Jakarta Selatan, hingga Medan dan Surabaya.
Seluruh tunawisma yang terjaring itu ditampung sementara di Kantor Dinsos Kota Bandung untuk menjalani bimbingan mental dan asesmen.
Nantinya, dari hasil skrining pihaknya menentukan rujukan apakah dititipkan ke Dinas Sosial Provinsi, dipulangkan ke daerah asal, atau ditempatkan di rumah singgah milik kabupaten/kota lain.
“Kalau ditampung semua di rumah singgah Kota Bandung tentu tidak akan muat. Karena itu kami perlu berbagi penanganan dengan kabupaten/kota lain dan berkoordinasi agar yang bersangkutan bisa dipertanggungjawabkan kembali kepada keluarganya,” jelasnya.
Editor : Doni Ramdhani
