Pemerintah Kota Bandung Tekankan Edukasi Publik Hadapi Tunawisma

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung kembali menegaskan, pentingnya edukasi masyarakat dalam menghadapi fenomena tunawisma yang beraktivitas di ruang publik. Sebagian tunawisma, kerap kembali ke jalan meski telah dibina karena faktor ekonomi.

Pemerintah Kota Bandung Tekankan Edukasi Publik Hadapi Tunawisma
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung kembali menegaskan, pentingnya edukasi masyarakat dalam menghadapi fenomena tunawisma yang beraktivitas di ruang publik. Sebagian tunawisma, kerap kembali ke jalan meski telah dibina karena faktor ekonomi.

INILAHKORAN.ID - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung kembali menegaskan, pentingnya edukasi masyarakat dalam menghadapi fenomena Tunawisma yang beraktivitas di ruang publik. Sebagian Tunawisma, kerap kembali ke jalan meski telah dibina karena faktor ekonomi.

"Mereka menganggap aktivitas di jalan memberikan penghasilan instan. Kondisi ini, membuat penertiban di jalan saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah," kata Kepala Dinsos Kota Bandung, Yorisa Sativa pada Jumat 16 Januari 2026.

Dinsos Kota Bandung, dalam waktu dekat akan melaksanakan aksi penertiban gabungan sebagai bagian dari upaya beautifikasi kota. Penertiban berlangsung mulai Jumat dini hari hingga Minggu, dan dilanjutkan dengan patroli siang dan sore. 

"Sasaran utama adalah gelandangan, pengemis dan manusia gerobak yang kerap beraktivitas di ruang publik," ucapnya.

Yorisa menegaskan, penanganan Tunawisma tidak berhenti pada penertiban. Setelah dijangkau, mereka akan dibawa ke rumah singgah untuk menjalani rehabilitasi sosial dan bimbingan mental-spiritual selama tujuh hari.

Selama proses tersebut, Dinsos Kota Bandung melakukan asesmen lanjutan untuk menentukan langkah berikutnya. Mulai dari reunifikasi dengan keluarga, pemulangan ke daerah asal hingga rujukan ke lembaga sosial sesuai kebutuhan.

"Khusus bagi Tunawisma dari luar Kota Bandung, koordinasi akan dilakukan dengan Dinas Sosial kabupaten/kota maupun provinsi," ujar dia.

Dalam menghadapi perilaku masyarakat yang sering memberi uang atau barang kepada Tunawisma di jalan, Yorisa menekankan perlunya sosialisasi yang lebih masif.

"Memberi di jalan justru tidak mendidik dan memperpanjang masalah," tegasnya. 

Dinsos Kota Bandung akan menggencarkan imbauan melalui Diskominfo, ATCS dan Satpol PP agar masyarakat tidak memberikan bantuan secara langsung di ruang publik.

Selain aspek sosial, upaya tersebut juga mendukung sektor pariwisata Kota Bandung. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan pada momen libur panjang, pemerintah ingin memastikan kota tetap aman, nyaman dan memberikan kesan positif bagi para tamu.

"Kota Bandung harus tetap bersih, tertib dan berkesan. Ini bukan hanya tugas pemerintah. Tetapi tanggung jawab bersama," tandas dia.***


Editor : JakaPermana