Ada Apa, Manajemen dan Tim Persib Gelar Pertemuan Tertutup?
Persib Bandung gelar pertemuan. Seluruh penggawa, staf pelatih dan manajemen hadir di pertemuan yang dilakukan di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Selasa (10/9/2019).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Persib Bandung gelar pertemuan. Seluruh penggawa, staf pelatih dan manajemen hadir di pertemuan yang dilakukan di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Selasa (10/9/2019).
Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar mengatakan pertemuan itu hanya membahas soal kinerja tim yang akan segera melangsungkan pertandingan di putaran kedua Liga 1 2019.
Umuh mengatakan manajemen menaruh harapan besar pada tim untuk bisa lebih baik ketimbang putaran pertama. Sebab di putaran pertama, tim besutan Robert Rene Alberts ini hanya mampu berada di peringkat ke-10.
Hasil itu didapat karena Persib hanya mampu mengantungi empat kali menang, tujuh imbang dan enam kali mengalami kekalahan. Akibatnya 19 poin didapatkan.
"Mudah-mudahan kedepan tim bisa lebih baik. Apalagi kan sudah ada tambahan tiga pemain," ujar Umuh usai pertemuan.
Benar saja, jelang menghadapi putaran kedua ini Persib sudah mendatangkan tiga pemain asing baru. Mereka adalah Nick Kuipers, Omid Nazari dan Kevin van Kippersluis.
Ketiganya dipercaya untuk menggantikan tiga pemain asing sebelumnya yakni Bojan Malisic, Rene Mihelic dan Artur Gevorkyan.
"Mudah-mudahan, minimal bisa selamat dari zona degradasi atau bisa ke posisi lima besar. Tapi tidak menutup kemungkinan juga berada di posisi tiga besar, itu targetnya," tegasnya.
Selain itu, Umuh juga menyebut manajemen meminta kepada para pemain untuk bisa meminimalisir kartu kuning. Sebab hal itu sangat merugikan tim.
"Bukan karena dendanya, tapi kalau terkena akumulasi, tim juga yang rugi. Kita minta pemain jangan sampai mendapatkan kartu kuning yang tidak perlu," katanya.
Umuh memastikan para pemainnya sanggup menjalaninya. Apalagi manajemen sudah mempersiapkan hukuman apabila pemainnya kembali melakukan pelanggaran yang tidak perlu hingga menyebabkan kartu kuning.
"Mulai sekarang, kartu kuning biar mereka yang bayar sendiri. Tidak ada keringanan lagi. Tapi aturan ini bukan berarti membuat pemain jadi tidak semangat main. Kalau pelanggarannya menyelamatkan tim, tidak apa-apa. Tapi kalau gara-gara protes atau apa, itu sangat gila dan salah besar," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)
Editor : Bsafaat

