Ada Indikasi Ketidakberesan Proses Pembangunan, Ispektorat Investigasi Penyebab Ambruknya Atap SMKN 1 Cileungsi
Kepala Inspektorat Kabupaten Bogor Arif Rahman mengungkapkan bahwa pembangunan Gedung SMKN 1 Cileungsi yang atapnya ambruk pada 10 September kemarin, dilakukan pada tahun anggaran 2015.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Kepala Inspektorat Kabupaten Bogor Arif Rahman mengungkapkan bahwa pembangunan Gedung SMKN 1 Cileungsi yang atapnya ambruk pada 10 September kemarin, dilakukan pada tahun anggaran 2015.
Namun, proyek tersebut meluncur ke awal tahun 2016 dan selesai di tahun yang sama dan diserahkan atau Provisional Hand Over (PHO) ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.
Walaupun ada indikasi awal ketidakberesan dalam proses pembangunannya, dan untuk memastikan penyebab ambruknya atap tersebut, jajarannya akan menerjunkan tim teknis untuk penyelidikan atau investigasi.
"Kami akan menerjunkan tim teknis ke SMKN 1 Cileungsi, apakah penyebabnya kondisi alam atau karena ada kelemahan dalam stuktur bangunan karena bagaimanapun untuk atap baja ringan, masih ada garansi dari pabrikan," ungkap Arif Rahman kepada wartawan, Minggu 14 September 2025.
Sementara, Dodi Achdi Suhada seorang praktisi atau arsitek menduga ada kekeliruan teknis, dalam pemasangan rangka atap baja ringan di Gedung SMKN 1 Cileungsi.
"Jarak rangka atap baja ringan itu sekitar 90 hingga 100 cm, padahal dengan ketebalan rangka atap baja ringan, itu maksimal 75 Cm hingga karena beratnya genteng keramim membuat baja ringannya melintir dan ambruk atap gedungnya. Bisa jarak rangka atapnya 90 Cm, kalau merknya smart trust," kata Dodi Achdi Suhada.
Dodi Achdi Suhada menambahkan, bahwa tidak ada spandek dan alumunium foil, diantara genteng dengan plafon, agar bangunan terlindungi dari air hujan, angin dan cuaca panas.
"Harusnya, rangka atap baja ringan itu usia pakainya minimal 15 tahun, ini, belum 10 tahun sudah terjadi korosi pada baja ringan, lalu atapnya ambruk mengenai para siswa dan guru SMKN 1 Cileungsi," tambahnya.
Sebelumnya, pada Rabu pagi 10 September, tak ada angin dan tak ada hujan, atap Gedung SMKN 1 Cileungsi ambruk, dimana 31 siswa - siswi dan beberapa orang guru mengalami luka - luka hingga harus dirawat di Rumah Sakit.
Saat kejadian, Kelas X dan XI lagi melaksankan kegiatan belajar mengajar, sementara di Aula, para guru sedang melakukan sosialisasi, dimana siswa - siswi yang mengikuti dari Kelas XII.
Editor : Doni Ramdhani
