Ade Yasin: Biaya Relokasi Warga Terdampak Bencana Alam Harus Keroyokan

Pemkab Bogor masih menghitung biaya relokasi bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan sedang, berat, atau yang masuk dalam kategori rawan bencana alam banjir bandang dan longsor.

Ade Yasin: Biaya Relokasi Warga Terdampak Bencana Alam Harus Keroyokan
Ilustrasi (istimewa)

INILAH, Bogor - Pemkab Bogor masih menghitung biaya relokasi bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan sedang, berat, atau yang masuk dalam kategori rawan bencana alam banjir bandang dan longsor.

Karena besarnya biaya relokasi ini, Bupati Bogor Ade Yasin meminta pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Barat ikut 'keroyokan'.

Informasi yang didapat dari tim tanggap bencana Kabupaten Bogor, sebanyak 2.139 unit rumah mengalami rusak berat, 81 rumah mengalami rusak sedang dan  2.140 unit rumah mengalami rusak ringan.

Dilihat dari jumlah pengungsi  paling banyak ada di Kecamatan Sukajaya dengan jumlah pengungsi sebanyak 9.415 jiwa, di Kecamatan Nanggung jumlah pengungsi sebanyak 4.217 jiwa dan di Kecamatan Jasinga ada 15 jiwa yang mengungsi

"Bagi warga yang rumahnya mengalami rusak sedang, berat dan masuk dalam kategori rawan bencana banjir bandang dan longsor terutama di wilayah Kecamatan Sukajaya, Nanggung, Cigudeg dan sekitarnya akan kita relokasi," ucap Bupati Bogor Ade Yasin ketika ditemui wartawan di Komplek Pemkab Bogor, Cibinong, Jumat (10/1/2020).

Wanita yang juga menjabat sebagai Ketua DPW PPP Jawa Barat ini menambahkan  saat ini jajarannya dibantu instansi lainnya akan mencari lokasi relokasi, pertimbangannya selain aman dari risiko bencana alam juga tidak terlalu jauh dari permukiman awal.

"Kami akan kaji di mana titik relokasi yang aman, strategis, lalu mendata berapa rumah yang akan kita relokasi dan berapa rumah yang tidak direlokasi, tapi akan mendapatkan dana bantuan perbaikan," tambahnya.

Ade menjelaskan bahwa relokasi pemukiman warga ini tidak mudah, oleh karena itu jajarannya akan menyosialisasikan pentingnya relokasi kepada warga yang sangat terdampak bencana alam.

"Kita akan melakukan sosialisasi kepada warga yang rumahnya masuk dalam wilayah rawan bencana alam banjir bandang dan longsor, mudah-mudahan mereka mau karena ini demi keselamatan mereka," jelas Ade.

Ia melanjutkan dari segi anggaran, Pemkab Bogor butuh bantuan baik dari pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Barat untuk membebaskan lahan dan membangun rumah warga.

"Kalau pemerintah pusat dari segi anggaran sudah siap untuk membantu membiayai pembangunan rumah, tinggal menunggu bantuan anggaran dari Pemprov Jawa Barat. Untuk Pemkab Bogor, tugas kami adalah mencari lahan dan membiayai pembebasan lahan relokasi. Intinya untuk merelokasi warga ini harus dikerjakan secara bersama-sama atau dikeroyok," lanjutnya. (reza zurifwan)


Editor : suroprapanca