Alhamdulillah, Bima Arya Ingin Insentif untuk Guru Ngaji di Bogor Berlanjut
Bima Arya memastikan insentif untuk Guru Ngaji di Kota Bogor akan terus berlanjut seiring dengan penghargaan lainnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Wali Kota Bogor Bima Arya ingin insentif untuk Guru Ngaji di wilayahnya terus berlanjut.
Menurut Bima Arya, insentif untuk Guru Ngaji di Bogor adalah bentuk atensi dan perhatian Pemkot atas ikhtiar mereka mencetak generasi Qurani.
Diketahui, pemberian insentif Guru Ngaji di Bogor dimulai tahun 2018. Setelahnya, Pemkot namun juga memberikan jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja bagi guru ngaji.
Baca Juga: Kasus Suap Abdul Gafur Masud, Catat: Pengusaha Penajam Paser Utara Ini yang Pertama Diadili
"Kemarin kami telah menyerahkan kartu ATM BJB dan kartu BPJS Ketenagakerjaan sebagai wujud atensi dan perhatian Pemkot Bogor atas ikhtiar para guru ngaji yang ikhlas tanpa pamrih mengajar untuk mencetak generasi Qurani. Kami telah serahkan kepada 600 guru ngaji dari perwakilan setiap kecamatan sebanyak 100 orang di Masjid Raya Bogor," ungkap Bima Arya kepada InilahKoran, Kamis 24 Maret 2022.
Bima mengaku terus berusaha memberikan perhatian lebih, yakni dengan memberikan jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja.
"Semua ada awalnya. Awalnya dari insentif dalam bentuk nominal yang jumlahnya jauh dari harapan ideal, tapi perlahan kami tingkatkan. Siapapun wali kotanya nanti, program ini bisa menambah manfaat bagi semua dan terus dilanjut. Supaya bapak ibu mendapatkan perhatian dan kita semua mendapatkan berkahnya," terangnya.
Baca Juga: RM BTS Obsesi Stiker Pokemon Disaat Penggemar Kumpulkan Foto Card Idol K-Pop: Itu Sangat Meyenangkan
Bima juga membeberkan, situasi saat ini sudah sangat membaik karena doa dan ikhtiar dari semua guru ngaji. Ia meyakini bisa menyambut bulan ramadan dengan situasi normal.
"Warga bisa memenuhi masjid-masjid dengan salat tarawih dan berharap situasi terus membaik, sehingga bisa merayakan sholat Idul Fitri di tempat terbuka dan penuh kemeriahan," harapnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Adkesra Setda Kota Bogor, Adi Novan mengatakan, kemarin dilakukan penyerahan secara simbolis ATM BJB dan kartu BPJS Ketenagakerjaan tambahan kepada 600 guru ngaji SeKota Bogor.
Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta Kamis 24 Maret 2022: Terus Dapatkan Remisi, Peluang Elsa Bebas di Depan Mata
"Tahun ini ada penambahan 200 guru ngaji. Dari 2.800 guru ngaji menjadi 3.000 guru ngaji penerima insentif. Insentif guru ngaji sebesar Rp 150 ribu akan diberikan setiap bulan setelah dipotong premi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan," tuturnya.
Adi menambahkan, diberikannya kartu ATM BJB bagi para guru ngaji ini untuk memudahkan guru ngaji mengambil insentif tanpa perlu mengantre di teller.
Di sisi lain dengan terakomodirnya guru ngaji di BPJS Ketenagakerjaan ada jaminan jika terjadi sesuatu saat mengajar.
Baca Juga: Jadi Duta Baca Jawa Barat 2022, Mahasiswi UIN SGD Bandung Andra Nurhaliza Nggak Nyangka
"Bagi guru ngaji lainnya bisa mengambil ATM BJB dan kartu BPJS Ketenagakerjaan di kelurahan atau kecamatan," pungkasnya.***(Rizki Mauludi)
Editor : inilahkoran

