Ambil Langkah Cepat, Perbaikan Jalan Sangkuriang yang Ambles Diperkirakan Rampung Sebulan
Langkah cepat perbaikan Jalan Sangkuriang Barat, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara yang ambles pada Senin 14 Juli 2025 dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Langkah cepat perbaikan jalan Sangkuriang Barat, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara yang ambles pada Senin 14 Juli 2025 dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi.
Perbaikan tersebut dilakukan lantaran potensi ambles susulan bakal terjadi lantaran terdapat bangunan yang berada di depan lubang tersebut telah mengalami retak-retak.
Terlebih, kemacetan yang ditimbulkan gegara jalan menyempit, terutama di pagi dan sore hari.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi lubang pada permukaan jalan menuju Kampung Tegal Kawung, Kompleks Cipageran, serta Desa Tanimulya itu menganga dengan luas 7x3 meter yang kedalamannya diperkirakan mencapai 3 meter.
"Kita perkiraan perbaikan jalan ini memakan waktu sebulan, kemarin kita assessment dulu kondisi amblesnya. Kemudian kita gali material jalan dan tanah terlebih dulu," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah, Selasa 15 Juli 2025.
Kemudian, lanjut Wilman, perbaikan jalan tersebut bakal dilanjutkan dengan pemasangan box culvert atau struktur beton berbentuk kotak. Itu nantinya bakal berfungsi sebagai saluran air yang menyebabkan jalan tersebut ambles.
"Nanti kita pasang box culvert, jadi beton fabrikasi itu sebagai sarana aliran air. Itu kan salurannya sudah lama, karena konstruksi jalannya juga sudah lama. Panjang salurannya 6 meter," bebernya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan mengatakan penyebab amblesnya tanah lantaran diduga bagian bawah yanah berupa gorong-gorong tergerus air.
"Kami duga penyebabnya pelemahan kontur tanah akibat erosi oleh rusaknya
saluran gorong-gorong dipicu hujan dengan intensitas tinggi semalam," kata Fithriandy.
"Kita sudah assessment, ada bangunan yang terancam dan kita minta supaya dikosongkan dulu," tandasnya.***
Editor : JakaPermana
