Pengusaha di Talun Biayai Perbaikan Jalan Rusak dengan Dana Pribadi

Aas seorang pengusaha asal Desa Sampiran, Talun, Kabupaten Cirebon tak segan mengeluarkan dana pribadi untuk perbaikan jalan di lingkungannya

Pengusaha di Talun Biayai Perbaikan Jalan Rusak dengan Dana Pribadi
Haji Aas saat mengawasiperbaikan jalan rusak sepanjang sekitar 1 kilometer di Kecamatan Talun dengan pembiayaan bersumber dari dana pribadi. Kepeduliannya mendapat apresiasi dari warga.

INILAHKORAN.ID – Seorang pengusaha asal Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Aas, membiayai perbaikan jalan rusak yang menghubungkan Blok Kaligandu, Desa Sampiran, dengan Blok Cimanggu, Desa Cirebon Girang, menggunakan dana pribadi.

Perbaikan dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi infrastruktur yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Seluruh biaya pekerjaan, mulai dari pembelian material, penyewaan alat berat, hingga upah pekerja, ditanggung sepenuhnya oleh Haji Aas.

Sebelum dilakukan pengecoran, badan jalan terlebih dahulu dibersihkan dari tumpukan sampah, rumput liar, dan semak belukar yang selama ini mengganggu akses kendaraan. Setelah itu, jalan dicor sepanjang kurang lebih satu kilometer agar lebih kuat dan nyaman dilalui masyarakat.

Haji Aas mengatakan, inisiatif tersebut muncul karena keprihatinannya melihat kondisi jalan yang semakin rusak dan belum juga diperbaiki.

"Saya tidak ingin menunggu ada korban akibat jalan yang rusak. Selama saya masih mampu, saya ingin berbuat sesuatu yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," kata Haji Aas, Selasa (30/6/2026).

Dia menegaskan, kegiatan tersebut murni merupakan aksi sosial tanpa kepentingan apa pun. Seluruh pekerjaan dilakukan secara swadaya dengan menggunakan dana pribadinya.

"Ini murni bentuk kepedulian sebagai warga. Saya berharap jalan ini menjadi lebih baik, masyarakat bisa melintas dengan aman, dan semoga langkah kecil ini dapat menginspirasi siapa saja untuk ikut peduli terhadap lingkungan sekitar," ujarnya.

Untuk menghindari kemacetan, proses pengecoran dilaksanakan pada malam hari, mulai pukul 22.30 WIB hingga 01.30 WIB. Selain mengecor badan jalan, pekerja juga memperbaiki sejumlah titik jalan berlubang dan bahu jalan yang mengalami kerusakan.

Aksi tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar. Warga menilai langkah Haji Aas menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekaligus membantu mengurangi risiko kecelakaan akibat jalan yang rusak.

"Kami sangat mengapresiasi kepedulian Pak Haji Aas. Jalan yang sebelumnya rusak kini jauh lebih nyaman dilalui. Semoga apa yang beliau lakukan menjadi contoh bagi banyak pihak untuk bersama-sama peduli terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat," ujar Yaya, warga sekitar.

Warga lain menilai, perbaikan jalan secara mandiri itu juga menjadi contoh bahwa kontribusi terhadap pembangunan tidak selalu harus menunggu program pemerintah, tetapi dapat diwujudkan melalui aksi nyata dari masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.

"Tidak semua harus menunggu pemerintah, karena kepedulian seperti yang dilakukan Pak Haji Aas membuktikan bahwa masyarakat juga bisa berkontribusi nyata untuk kepentingan bersama," pungkas warga lainnya. 


Editor : Ahmad Sayuti