Angka Kelahiran Menurun Tiap Tahunnya, Korea Selatan Nyatakan Darurat Nasional Terhadap Populasi

Korea Selatan saat ini menyatakan darurat nasional terhadap populasi karena angka kelahiran terus menurut tiap tahunnya.

Angka Kelahiran Menurun Tiap Tahunnya, Korea Selatan Nyatakan Darurat Nasional Terhadap Populasi
Korea Selatan hadapi darurat nasional populasi karena angka kelahiran menurun.

inilahkoran - Baru-baru ini, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol menghadiri pertemuan Komite Kepresidenan tentang Masyarakat Lanjut Usia dan Kebijakan Kependudukan.

Yoon Suk Yeol menghadiri pertemuan ini bersama dengan perwakilan dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesejahteraan, dan mendeklarasikan “Darurat Nasional mengenai kependudukan.”

Ini adalah pertemuan komite kependudukan pertama yang diadakan secara pribadi oleh Presiden sebagai ketuanya sejak Maret 2023.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk mengambil langkah-langkah untuk memerangi penurunan Angka Kelahiran di Korea. 

Menurut Yoon Suk Yeol, langkah-langkah baru ini dirancang setelah melakukan penilaian ulang terhadap kebijakan pemerintah sebelumnya yang selama ini terbukti tidak efektif.

Pada kuartal pertama tahun 2024, tingkat kesuburan Korea (jumlah anak yang dimiliki seorang wanita seumur hidupnya) kembali mencapai rekor terendah baru yaitu 0,76 dan diproyeksikan akan turun lebih rendah lagi menjadi 0,68 pada tahun ini. 

Menyadari betapa mendesaknya situasi ini, pemerintahan Yoon Suk Yeol kini bersiap untuk meluncurkan sistem tanggap darurat yang komprehensif.

Beberapa langkah baru yang dibahas dalam pertemuan ini termasuk pendidikan dan perawatan gratis yang didanai pemerintah untuk anak-anak berusia antara 3 hingga 5 tahun dan penerapan pengurangan pajak pernikahan baru.

Presiden Yoon Suk Yeol menyatakan bahwa pemerintah juga akan membentuk kementerian baru dengan nama Departemen Strategi Kependudukan untuk mengawasi pengembangan strategi nasional yang mengatasi masalah kependudukan Korea. 

Namun, hingga diluncurkannya kementerian ini, “pertemuan tanggap darurat kependudukan” akan diadakan setiap bulan oleh komite kependudukan.***


Editor : Irma Nurfajri