Ops Lodaya 2024, Angka Kecelakaan Lalu Lintas Menurun
Tingkat kecelakaan tahun ini yang terhitung hingga bulan Oktober, yang menunjukkan penurunan angka. Di mana pada tahun 2023 jumlah kecelakaan yang tercatat Ditlantas Polda Jabar sebanyak 169 kejadian
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pada Ops Lodaya 2024 di wilayah hukum Jawa Barat, terdapat 10.000 pelanggar yang diberi tindakan oleh pihak kepolisian. Hal itu disampaikan oleh Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Jules Abraham Abast.
Ia menyebutkan periode H1 – H7 Operasi Zebra Lodaya 2024, Polda Jabar berhasil menindak lebih dari 10.000 pelanggaran, dengan mayoritas pelanggaran terkait penggunaan helm dan kelengkapan kendaraan.
Jules juga membeberkan tingkat kecelakaan tahun ini yang terhitung hingga bulan Oktober, yang menunjukkan penurunan angka. Di mana pada tahun 2023 jumlah kecelakaan yang tercatat Ditlantas Polda Jabar sebanyak 169 kejadian.
"Dan 2024 sebanyak 68 kejadian, selisih 101 kejadian. Ini mencerminkan efektivitas kampanye keselamatan yang dilakukan selama Operasi," jelasnya, Senin 21 Oktober 2024.
Kendati demikian, masih ada beberapa tantangan yang harus diselesaikan. Salah satunya yakni pengendara sepeda motor yang kedapatan belum mematuhi protokol keselamatan.
Oleh karena itu, kata Jules, Polda Jabar berkomitmen untuk terus memberikan edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam berkendara.
"Ke depannya, Ditlantas Polda Jabar akan terus berkolaborasi dengan instansi terkait untuk mengoptimalkan keselamatan lalu lintas dan meminimalisir kecelakaan di jalan raya,"katanya.
Jules menerangkan, razia ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Oleh karena itu, sasarannya pada pengendara yang melanggar aturan. Diantaranya tidak memakai helm, memakai knalpot bising alias brong, tidak ada TNKB, dan sebagainya.
Dalam operasi kali ini, tindakan tilang baik melalui ETLE Mobile atau secara manual jumlahnya mengalami penurunan. Sedangkan data teguran kepada masyarakat mengalami peningkatan.
Masih kata Jules, pihaknya bakal terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait aman ketika berkendara guna mengurangi potensi kecelakaan.
"Selain penegakan hukum, kegiatan sosialisasi penyuluhan di berbagai titik strategis juga dilakukan untuk mendidik masyarakat tentang pentingnya keselamatan berkendara," kata dia. ***
Editor : Ahmad Sayuti

