Angka Positif Covid-19 di Garut Melonjak Lagi Jadi 171 Kasus

Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Garut terus melonjak lagi menjadi sebanyak 171 kasus dengan bertambahnya kasus baru positif Covid-19 mencapai sebanyak 15 kasus diwarnai adanya seorang pasien positif meninggal dunia, akhir pekan lalu.

Angka Positif Covid-19 di Garut Melonjak Lagi Jadi 171 Kasus
net

INILAH, Garut - Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Garut terus melonjak lagi menjadi sebanyak 171 kasus dengan bertambahnya kasus baru positif Covid-19 mencapai sebanyak 15 kasus diwarnai adanya seorang pasien positif meninggal dunia, akhir pekan lalu.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut hingga pukul 20.30 WIB, tercatat, lima belas kasus baru positif tersebut berasal dari lima kecamatan. 

Sebanyak tujuh orang asal Kecamatan Cikajang, yakni seorang laki-laki (KC-157) berusia 54 tahun, perempuan (KC-158) berusia 22 tahun, perempuan (KC-159) berusia 24 tahun, perempuan (KC-160) berusia 40 tahun, perempuan (KC-161) berusia 45 tahun, laki-laki (KC-162) berusia 17 tahun, dan perempuan (KC-163) berusia 48 tahun.  

Sebanyak empat orang asal Kecamatan Bayongbong, yakni seorang laki-laki (KC-165) berusia 13 tahun, laki-laki (KC-166) berusia 17 tahun, laki-laki (KC-167) berusia 47 tahun, dan perempuan (KC-168) berusia 21 tahun dari Kecamatan Bayongbong.  

Dua orang asal Kecamatan Garut Kota, yakni seorang laki-laki KC-169) berusia 56 tahun, dam perempuan (KC-170) berusia 21 tahun.

Seorang perempuan (KC-164) berusia 81 tahun dari Kecamatan Banyuresmi, dan seorang perempuan (KC-171) berusia 51 tahun dari Kecamatan Karangpawitan.

Sedangkan seorang pasien positif Covid-19 meninggal dunia yakni seorang laki-laki berusia 68 tahun asal Kecamatan Garut Kota (KC-107). Sehingga jumlah kematian positif Covid-19 di Garut pun bertambah menjadi sebanyak 8 orang.

Penambahan 15 kasus baru positif Covid-19 itu, merupakan temuan harian kasus baru positif Covid-19 tertinggi kedua setelah jumlah kasus harian tertinggi sebelumnya sebanyak 16 kasus.

Menanggapi hal itu, Supriyadi (45) warga Desa Mekargalih Kecamatan Tarogong Kidul mengaku was-was. Dia menyesalkan lonjakan kasus baru positif Covid-19 dalam beberapa hari terakhir terjadi berselang tak lama setelah Bupati Garut Rudy Gunawan dan Wabup Helmi Budiman serta sejumlah anggota DPRD Garut sebelumnya sibuk belusukan ke berbagai daerah mempromosikan sejumlah obyek wisata baru, dan kegiatan lainnya. Secara terbuka, warga dari berbagai daerah diundang datang berkunjung, seakan pandemi Covid-19 sudah berakhir. Sementara pelajar dan mahasiswa dilarang belajar bertatap muka untuk menghindari penularan Covid-19. 

"Heran. Sementara rakyat jangan berkeliaran, tapi para pemimpinnya malah banyak jalan-jalan," sesal Supriyadi.

Menurutnya, kedua pimpinan daerah itu juga terkesan ragu menyikapi kerisauan masyarakat akan ancaman penularan Covid-19 dengan maraknya berbagai kegiatan mengundang kerumunan seperti pasar malam. Dengan alasan ekonomi, tak ada larangan melainkan sekadar mengingatkan penyelenggara maupun pengunjung agar memperketat protokol kesehatan.

Baru belakangan ketika kasus positif Covid-19 tak terbendung mencapai 156 kasus, kepada sejumlah media, Bupati Rudy menyatakan kegiatan pasar malam dan Car Free Day dilarang. Sedangkan untuk resepsi pernikahan diharuskan ada ijin dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan mematuhi protokol kesehatan.

Sama halnya dengan anggota DPRD Garut. Dengan alasan kunjungan kerja luar daerah, banyak di antara mereka lebih memilih bepergian ke luar Garut daripada fokus menyoroti kian melonjaknya kasus Covid-19 di Garut. (Zainulmukhtar)


Editor : Doni Ramdhani