Antisipasi Banjir Lintasan, Kelurahan Tegallega Minta Dibuat Pintu Air
Kelurahan Tegallega bergerak cepat mengantisipasi banjir lintasan di wilayahnya dengan melakukan pendataan dan meminta dibuat pintu air di hulu sungai Ciparigi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kelurahan Tegallega bergerak cepat mengantisipasi banjir lintasan di wilayahnya dengan melakukan pendataan dan meminta dibuat pintu air di bagian hulu sungai Ciparigi.
Kelurahan juga sudah sosialisasi sambil mengimbau agar warga tidak membuang sampah ke kali ataupun saluran air.
Diketahui, kejadian banjir lintasan merendam puluhan rumah di Tegallega pada 15 April 2026 lalu dan ada pada tanggal 19 April 2026 ada beberapa rumah terdampak banjir lintasan.
Lurah Tegallega, Hardi Suhardiman mengatakan, antisipasi ke depan dilakukan pendataan berapa rumah sepanjang kali Ciparigi sebanyak 245 rumah di hulu sampah hilir.
"Kami sudah sosialisasi ke RT dan RW. Perda nomor 1 tahun 2021 disampaikan ke masyarakat, kemarin Minggu dilakukan sosialisasi dan jangan masyarakat menyalahkan pihak lain," ungkap Hardi kepada INILAHKORAN pada Rabu (29/4/2026).
Hardi menjelaskan, rekomendasi dari dinas terkait relokasi dan pembongkaran. Tetapi warga sudah tinggal lama, kalau di bongkar meminta relokasinya.
"Mereka mau tinggal kemana. Kalau diambil langkah tegas, akan ada dampak besar ke masyarakat. Karena setelah kejadian banjir lintasan kali Ciparigi, tidak boleh ada bangunan minimal 3 meter dari sungai. Ini ada yang kurang tiga meter bahkan diatas sungai, total ada 90 rumah dikategorikan itu," jelasnya.
Hardi menerangkan, hulu kali Ciparigi di kantor Jasa Marga dan itu harus dibuat pintu air. Sampai kapan pun tidak akan selesai apabila tidak ada pengaturan pintu air disitu.
"Alhamdulillah kali Ciharashas ditangani Jasa Marga dan sudah aman. Nah untuk urusan ini, biar gimana pun tugas pemerintah di nilai masyarakat," terangnya.
Sementara itu, warga RT04/04 Kelurahan Tegallega Euis menerangkan, dirinya terdampak langsung banjir lintasan tanggal 15 April 2026, bahkan air sampai masuk kedalam rumah.
"Jadi air kali naik dan dari saluran air atas membludak tumpah ke bawah. Air kerumah saya masuk kedalam. Judulnya terendam," terangnya.
Euis berharap, ada solusi untuk mengurangi dampak banjr lintasan ini.
"Dari kelurahan sudah mendata kemarin. Mudah-mudahan tidak terulang kejadian banjir ini," pungkasnya. ***
Editor : JakaPermana

