Apresiasi Program Grak Ompimpah, Bey Machmudin Minta Wali Kota Cimahi Cari Solusi Konkret Soal Sampah

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengapresiasi program Gerakan Orang Cimahi Pilah Sampah atau Grak Ompimpah yang digalakkan Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi.

Apresiasi Program Grak Ompimpah, Bey Machmudin Minta Wali Kota Cimahi Cari Solusi Konkret Soal Sampah
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengapresiasi program Gerakan Orang Cimahi Pilah Sampah atau Grak Ompimpah yang digalakkan Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi./Agus Satia Negara

INILAHKORAN, cimahi - Penjabat (Pj) Gubernur jawa barat bey machmudin mengapresiasi program Gerakan Orang Cimahi Pilah sampah atau Grak Ompimpah yang digalakkan Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi.

Tak hanya itu, Bey juga meminta agar program Grak Ompimpah bisa dioptimalkan agar bisa mengurangi jumlah ritase pembuangan sampah ke TPA Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten bandung Barat (KBB).

"Bagus kan namanya, tinggal dilaksanakan, diedukasi lagi dioptimalkan lagi dan diintensifkan," katanya didampingi Pj Wali Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan usai meninjau sejumlah tempat pembuangan sementara (TPS) di Kota Cimahi.

Kemudian, Bey juga mengintruksikan Pj Wali Kota Cimahi agar mencari solusi konkret dalam menyikapi persoalan sampah sebagai imbas dari kebakaran yang terjadi di TPA Sarimukti.

Bey menegaskan, agar jangan sampai Kota Cimahi menjadi lautan sampah lantaran TPS yang penuh dan sampah di lingkungan masyarakat tak terangkut.

"Saya mohon ke pak Dikdik, tolong cari cara lain untuk penanganan sampah. Jangan sampai menggunung dan kantong sampahnya gak terangkut," tegasnya.

Bey menyebut, total produksi sampah di Kota Cimahi mencapai 226 ton per hari. Oleh karenanya, Pemkot Cimahi diharapkan mampu mengoptimalkan program pengurangan sampah dari hulu dengan melibatkan masyarakat.

Dengan begitu, dari 226 ton yang dihasilkan Kota Cimahi dalam sehari, hanya 40 persen yang dibuang ke TPA Sarimukti.

"Kita juga mengimbau kepada masyarakat agar turut berperan memilah sampah dari hulu antara organik dan anorganik mengingat produksi sampah di Cimahi mencapai 226 ton per hari," sebutnya.

"Kalau ini bisa dipilah dari tingkat rumah tangga, tinggal 40 persen sampah yang dibuang karena sisanya 60 persen bisa diolah. Sementara, 40 persen sisanya bisa lebih mudah ditangani," tandasnya.*** (agus satia negara)***


Editor : JakaPermana