INILAHKORAN, Bandung - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengaku siap membantu Gubernur Jabar terpilih Dedi Mulyadi atau KDM, bila diminta.
Dimana sebelumnya KDM meminta, agar Bey mau menjadi penasehatnya untuk membangun Jabar selama lima tahun ke depan.
KDM pun juga juga berjanji, akan mengabulkan permintaan Bey soal kereta rel listrik (KRL) Bandung Raya.
KDM juga berencana akan menggandeng mantan Menteri Perhubungan dan ESDM Ignasius Jonan, serta Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti sebagai penasehat.
Merespon hal tersebut, Bey Triadi Machmudin memastikan akan menerima tawaran tersebut dan bersedia memberikan masukan kepada
Dedi Mulyadi untuk memajukan
Jawa Barat.
"Saya serahkan, tapi kalau untuk Jabar saya bersedia. Kalau bisa saya bantu, saya bantu. Tapi saya tidak akan intervensi ke dinas. Saya sudah di luar," ujar Bey baru-baru ini.
Bey mengatakan, dirinya hanya sanggup masukan-masukan terhadap kebijakan yang diambil. Namun untuk intervensi ke dinas, ia memastikan tidak akan mengintervensi dan lainnya.
"Saya agak kaku, kalau diminta saya akan berikan pendapat. Kalau enggak ya enggak. Tapi sebisa mungkin saya bisa bantu, saya bantu," jelasnya.
Sebelumnya,
Dedi Mulyadi akan menggaet Ignasius Jonan dan Susi Pudjiastuti sebagai penasehat gubernur. Ia juga tertarik menjadikan
Bey Machmudin karena sosoknya memiliki kepakaran di dua bidang, yakni transportasi dan administrasi.
"Jadi banyak nanti pakar yang akan diundang termasuk Pak Bey, walaupun dia Eselon I di Mensesneg, tetapi dia di balik itu adalah pakar, di bidang transportasi dan administrasi," ungkapnya.
Di sisi lain, Demul memiliki keinginan untuk mewujudkan cita-cita
Bey Machmudin yakni membuat Kereta Rel Listrik (KRL) Bandung Raya. Ia merasa optimis hal ini akan diwujudkan dalam beberapa tahun mendatang.
"Cita-cita Pak Bey 2026 akan dieksekusi," ucapnya.
Sementara, Bey berterus terang meminta agar Demul yang kini resmi menjadi Gubernur Jabar ke-18 untuk merealisasikan wacana KRL atau commuter line Bandung Raya. Ia meyakini, konsep ini dapat menjadi solusi kemacetan yang selama ini terjadi.
"Saya bilang Pak (Dedi) ini harus jadi, KRL commuter line dan beliau setuju dan saya terimakasih. Itu yang harus dilakukan oleh Bandung Raya agar kemacetan tuntas," ucap Bey.
"Saya yakin kalau KRL dengan interval waktu seperti di Jakarta banyak penumpang dari Padalarang ke Cicalengka, dan itu sangat bermanfaat bagi mahasiswa maupun mereka yang kerja di Bandung," tandasnya. ***