Cerita Seru Bey Machmudin, Kala Pamit dengan Serikat Buruh di Gedung Pakuan

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengungkapkan, ada cerita seru dan menarik kala bertemu dengan perwakilan serikat buruh di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung beberapa waktu lalu.

Cerita Seru Bey Machmudin, Kala Pamit dengan Serikat Buruh di Gedung Pakuan
Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin

INILAHKORAN, Bandung - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengungkapkan, ada cerita seru dan menarik kala bertemu dengan perwakilan serikat buruh di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung beberapa waktu lalu.

Bey mengatakan, ada perwakilan buruh yang mengungkapkan kekesalannya, karena dirinya enggan memenuhi keinginan mereka terkait Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) dan Upah Minimum Sektoral Kota/Kabupaten (UMSK).

Belum lagi Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jabar Roy Jinto dia, yang juga akhirnya meminta maaf karena menuntut dirinya lengser sebagai Pj Gubernur Jabar.

"Saya bilang, saya enggak sakit hati. Saya enggak inget Pak Roy Jinto ngomong apa. Tapi pada akhirnya kami saling pahami, bahwa itu kan tugas saya menjaga aturan dan tugas mereka mengadvokasi, memperjuangkan upah. Saya bilang enggak ada masalah," kata Bey.

Selain itu, Bey juga menceritakan kepada para perwakilan buruh bahwa dirinya sempat khawatir kala pertama kali audiensi di Gedung Sate, terkait penetapan UMP 2024.

"Waktu mereka banyakan dan saya bertiga. Saya jujur takut saya bilang, saya sampai tanya ke Direktur Intelkam Polda Jabar. Saya bilang, ieu urang moal digebukan ieu teh? Ketawa mereka," ucapnya.

Pada akhirnya kata Bey, perbedaan pendapat prinsipnya tidak akan mengganggu hubungan silaturahmi secara personal, baik antara dirinya sebagai Pj Gubernur Jabar dan serikat buruh.

"Ya enggak kita kan juga menjaga. Kita hanya menyampaikan pendapat kata mereka. Saya juga paham," tandasnya. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti